Mengetahui Riwayat Penyakit Keluarga Itu Penting!

Menanyakan riwayat penyakit keluarga adalah salah satu bagian dari anamnesis. Informasi yang diperoleh dari anamnesis merupakan bagian yang penting dalam menentukan diagnosis. Sayangnya, pertanyaan yang berhubungan dengan riwayat penyakit keluarga, sering dijawab dengan jawaban “kurang tahu” atau “tidak tahu” oleh si pasien. Padahal, kadang informasi tersebut penting bagi si dokter untuk menentukan diagnosis dan atau tata laksana.

Riwayat siapa saja yang perlu kita ketahui? Kita perlu mengetahui riwayat kesehatan kakek, nenek, ayah, ibu, saudara kandung (kakak/adik), anak, dan cucu. Lebih bagus lagi jika kita mengetahui riwayat penyakit paman/bibi (saudara kandung ayah/ibu). Riwayat penyakit apa saja yang harus kita ketahui? Informasi minimal yang harus kita ketahui adalah adakah penyakit darah tinggi, penyakit jantung koroner, gangguan lemak (kolesterol dalam darah tinggi), stroke, diabetes/kencing manis, penyakit ginjal, penyakit thyroid, kanker/tumor ganas, radang sendi, asma atau penyakit paru, sering sakit kepala, kejang (misalnya karena epilepsi), gangguan mental, bunuh diri, ketergantungan terhadap alkohol atau obat, dan alergi. Yang juga penting kita ketahui adalah, jika ada anggota keluarga kita yang telah meninggal, berapa usianya ketika meninggal dan apakah penyebab kematiannya (mati mendadak? karena penyakit tertentu?)?

Apa pentingnya mengetahui riwayat penyakit keluarga? Intinya adalah untuk membantu si dokter menentukan diagnosis, karena ada beberapa penyakit yang diturunkan secara genetik, atau dipengaruhi secara genetik. Kanker misalnya, tidak diturunkan, tetapi seorang wanita yang memiliki ibu atau nenek yang menderita kanker payudara beresiko lebih tinggi terkena kanker payudara dibandingkan wanita yang ibu/neneknya tidak memiliki riwayat kanker payudara. Diagnosis dermatitis atopi misalnya, lebih mudah ditegakkan jika ada riwayat keluarga yang mendukung. Kadang pula, informasi yang berhubungan dengan riwayat penyakit keluarga juga penting bagi si dokter dalam menentukan tata laksana. Sebagai contoh, untuk pasien yang sedang mengalami depresi, pasien ini perlu mendapatkan pengawasan lebih ketat dan mungkin membutuhkan tata laksana khusus jika diketahui ada anggota keluarganya yang meninggal karena bunuh diri. Karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui riwayat penyakit keluarga kita. Bantu dokter dengan menyediakan informasi yang lengkap dan akurat. Ingat, dokter bukan dukun, bukan pula manusia setengah dewa.

Daftar Pustaka:

Bate’s Guide To Physical Examination and History Taking, Ninth edition, by Lynn S Bickley and Peter G. Szilagyi.

Baca Juga:

Jika Ada Riwayat Keluarga Hipertensi

Riwayat Penyakit Dahulu

4 Responses to “Mengetahui Riwayat Penyakit Keluarga Itu Penting!

  • waduhh..
    merinding bacanya..kedo arigato ne taskaru wa..

  • Dok..kalo misal riwayat penyakit keluarga darah tinggi nie. Tapi sampai sekarang tensi kok cenderung rendah-normal ya (100-120). Gimana tuh, berarti aman2 ajah ya, ato tetep musti waspada ya ?

    afie: Ibu Julie, pertanyaannya sudah dijawab di http://afie.staff.uns.ac.id/20…..ipertensi/
    Jika masih ada yang kurang jelas jangan segan menghubungi lagi

  • Ok deh, lengkap bgt infonya, tnx ya Dok…

  • Great article. Thanks for the great resource.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar