Tips Berlibur ke Jepang

Jepang termasuk negara yang mahal biaya hidupnya. Berlibur ke Jepang membutuhkan uang saku yang tidak sedikit. Tapi bukan berarti liburan ke Jepang harus mengeluarkan uang yang banyak. Lho, kok? Karena kalau tahu tipsnya, banyak yang bisa dihemat. Pada prinsipnya ada 4 hal yang harus dipikirkan jika ingin berlibur ke Jepang: transportasi selama di Jepang, akomodasi selama di Jepang, makanan selama di Jepang, dan oleh-oleh tentu saja.

Ingin jalan-jalan di beberapa kota di Jepang? Tokyo, Osaka, Kyoto, Sapporo, Hiroshima, Okinawa? Kota-kota tersebut letaknya berjauhan. Lalu naik apa? Kalau waktu anda terbatas di Jepang, naik pesawat saja. Mahal? Iya, sangat mahal kalau anda membeli tiket dengan harga biasa. Karena itu, baca info diskon tiket pesawat disini. Kalau anda ingin naik kereta api, baca info tentang rail pass ini. Jalan-jalan di Tokyo? Lihat ini. Kalau ke Osaka baca ini. Atau ke Sapporo? Hiroshima mungkin? Okinawa? Atau kota yang katanya terindah di Jepang, Kyoto? Kota-kota tersebut adalah kota yang “harus dikunjungi” selama anda tinggal atau berlibur di Jepang. Di situs yang saya lampirkan tersebut, selain memuat tempat menarik yang dapat kita kunjungi (termasuk dimana letak duty free shop), juga memuat tentang sarana transportasi di kota tersebut. Info tersebut sangat penting. Banyak informasi tentang tiket diskon untuk kereta, subway, atau bis. Jangan coba-coba naik taksi kalau tidak sangat terpaksa. Biaya taksi SANGAT MAHAL! Baca disini penjelasannya.

Untuk tempat menginap selama di Jepang, paling murah tentulah menginap di rumah teman *smile*. Sayangnya, rata-rata apartemen di Jepang berkamar minim dengan ukuran yang tidak terlalu luas. Cobalah hostel ini atau hostel disini jika anda mau. Atau jika ingin lebih nyaman, silakan coba business hotel disini atau disini. Saya tidak menyarankan anda tinggal di ryokan atau minshuku kalau anda tidak begitu familiar dengan kebudayaan dan gaya hidup Jepang. Dormitories biasanya hanya khusus wanita, dan capsule hotel kurang nyaman untuk berlibur.

Bingung masalah makanan? Makanan bukan persoalan yang sepele. Selain masalah rasa yang mungkin tidak biasa buat lidah dan perut kita, khusus muslim, urusan makanan termasuk “tidak mudah”. Paling gampang adalah tempura, udon, soba, dan nabe. Jangan makan ramen, karena meskipun murah, sering bahan untuk kaldunya memakai tulang babi. Kalau ingin makan sushi, cobalah kaiten sushi karena harganya relatif murah. Lagipula, tidak semuanya ikan mentah kok. Kadang ada ikan yang dibakar, ayam goreng, dsb dijual di kaiten sushi. Selain itu, kita tidak perlu bingung menyebutkan nama makanan yang kita inginkan. Jangan coba-coba masuk ke restoran sushi biasa. Karena selain semua menu dalam bahasa kanji, anda bisa terkenyut ketika membayar tagihannya.

Anda takut bingung mencari restoran yang murah meriah? Ada dua cara, yang pertama, tanyalah ke teman anda yang tinggal di kota tersebut *smile*. Cara yang kedua, sekedar info, di setiap stasiun kereta besar banyak restoran yang harganya tidak begitu mahal. Masakannya biasanya disajikan dalam bentuk display beserta harganya. Kalau anda tidak dapat berbahasa Jepang sama sekali, potret saja display itu, lalu tunjukkan ke pelayan restorannya. Kemudian, di dekat stasiun kereta besar biasanya ada departement store. Di tempat itu pasti ada food court. Ohya, menjelang jam tutup biasanya banyak diskon makanan di supermarketnya. Makanan yang didiskon akan ditempeli stiker diskon (kanjinya:割引 dibaca waribiki). Kalau ada angka 1 di depan kanji tersebut berarti diskon 10%, dst. Jangan sampai lupa kanji penting tersebut terutama ketika berbelanja di Jepang *smile*.

Bingung membeli oleh-oleh? Ok, ada 3 tempat yang cocok untuk berburu oleh-oleh jika budget anda terbatas. Yang pertama adalah hyaku-en shop. Di tempat ini, semua barang dijual seharga 105 yen (100 yen + pajak 5 yen). Tentu saja, cari yang ada tulisan “made in japan”. Tidak lucu, kan, kalau anda membeli oleh-oleh dari Jepang bertuliskan “made in anu”. Sayangnya, jumlah barang yang layak dijadikan oleh-oleh di hyaku-en shop ini terbatas. Alternatif kedua adalah daiso. Saya pribadi suka berburu barang koleksi disneyland di toko tersebut (kalau beli di disney resort harganya sangat mahal). Alternatif ketiga, di duty free shop, bisa di bandara internasional atau di toko-toko tertentu. Barang-barangnya relatif bagus, tetapi harganya lebih mahal dibandingkan hyaku-en shop atau daiso. Ohya, kalau anda beruntung, di Jepang sering ada even diskonan. Yang penting, ingat baik-baik kanji waribiki di atas.

Ohya, sebagai info tambahan, silakan baca ini.

11 Responses to “Tips Berlibur ke Jepang

  • wah komplit nich tipsnya

    afie: makasih, non. Ini baru tips umum, kok. Yang detail-detail menyusul 🙂

  • Betul banget pak, sangat tidak dianjurkan naik taxi di sini.
    Ada pilihan utk subway bisa One-Pass-day tiket, seharian bisa naik subway/bus sepuasnya untuk keliling kota.

    afie: betul sekali, saya juga penggemar one-pass-day ticket

  • syumpede, kalo mau ke jepang aku ngga pernah mikir yang kaya ginian..soalnya selama ini dapet fasilitas terus hehehe….

    afie: wah, yang mbikin iri, sukses, deh mbikin iri-nya, hehehe

  • waduh mahalnya.kalo saya keluar negeri gak untuk liburan. insyaallah naik haji. amin.tp kpn ya? hehe

  • tukeran link yuk

    afie: sudah saya link kok

  • silakan mas beri komentar udah bisa.. 🙂
    kmaren ternyata setting-an nya agak brubah.. hehe

  • Met malem , Mas Afie..

    saya mahasiswi Sastra Jepang yang ingin nyoba ke Jepang sendirian . Kalo dormitory khusus wanita itu di daerah mana ya ?? Lalu kira2 kasarnya untuk traveling butuh biaya berapa ? sekitar 20jt untuk 5hr ?

    Terima kasih

  • Wah.. arigatou..!

    Saya jadi semangat backpacking-an keliling Jepang 2010 nanti..!
    Ja matta !

    afie: sughoi ne…

  • ainur rofiq -solo
    9 years ago

    iya dok cari oleh2 di jepang memang mahal2 ,tapi kalo uangnya banyak sih ga mahal ya…. ada ga ya kaos oleh2 dijepang yang murah…? di mangga dua jkt ada ga ya?? saya rencana ke jepang 1 minggu ,nah sekarang sudah bingung mau ngasih oleh2 apa yang kira2 cukup untuk teman2 yang jumlahnya 50 orang ?? karena uang sakunya dari perusahaan terbatas sesuai SPJ aja. tapi ya terima kasih atas segala informasinya ,

  • wah boleh juga nih,
    bisa dipraktekan nih pas liburan akhir tahun

  • Wah terima kasih sekali untuk informasi & tips-tipsnya mas. Hmm, saya juga ada rencana untuk ke Jepang dalam rangka jalan-jalan. Ternyata biayanya lumayan besar juga ya. Kalo gitu mesti nabung yg lebih banyak deh, biar bisa lebih “leluasa” ketika di Jepang nantinya. Hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar