Vaksin MMR Menyebabkan Autis?

Isu vaksin MMR menyebabkan autis sering beredar di internet maupun media massa. Betulkah vaksin MMR menyebabkan autis pada anak?

Vaksin MMR biasanya diberikan pada usia 12-15 bulan, sedangkan tanda pertama autis (misalnya interaksi sosial atau kemampuan bicara/berkomunikasi yang kurang) sering mulai terlihat ketika anak berusia 12-18 bulan. Dekatnya jarak ini sering menyebabkan banyak orang menduga ada hubungan sebab-akibat. Kontroversi tentang vaksin MMR menyebabkan autis sendiri dimulai ketika Wakefield et al (1998) melaporkan di jurnal Lancet (jurnal yang sangat ternama) bahwa ada 12 anak menunjukkan gejala autis setelah menerima vaksin MMR. Kisah Wakefield terkait publikasinya tersebut sendiri cukup menarik dicermati.

Lalu betulkah vaksin MMR menyebabkan autis? Setelah kontroversi tersebut muncul, para peneliti berusaha menemukan bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara pemberian vaksin MMR dan autis. Terlebih, di papernya, metode yang digunakan Wakefield dinilai kurang baik (tapi kok diterima di Lancet, ya? Tanya kenapa, hehehe). Dan sejauh ini belum ada yang dapat menemukan hubungan antara vaksin MMR dan autis. Dengan kata lain, kekhawatiran vaksin MMR akan menyebabkan autis belum terbukti sama sekali. Bahkan di Jepang, dimana vaksin MMR hanya diberikan pada tahun 1989-1993, tidak ada perbedaan yang signifikan antara kasus autis sebelum, selama, dan setelah program MMR dijalankan. Artinya, pemberian vaksin MMR tidak meningkatkan angka kejadian autis, begitu juga sebaliknya, penghentian program pemberian vaksin MMR juga sama sekali tidak menurunkan angka kejadian autis (Bahkan di Jepang cenderung meningkat setelah tahun 1993, setelah program vaksinasi MMR dihentikan. Kalau betul vaksin MMR berhubungan dengan autis, setelah program vaksinasi MMR dihentikan, seharusnya angka kejadian autis menurun, bukan?).

Lalu kenapa ada dokter yang menolak memberikan vaksin MMR sebelum anak mampu berbicara? Hal ini terkait penjelasan di atas, tentang “jarak yang dekat” antara pemberian vaksin dan gejala autis mulai muncul. Daripada nanti “disalahkan” pasien, maka beberapa tenaga kesehatan berpendapat lebih baik menunda pemberian vaksin MMR. Adakah penjelasan ilmiah untuk menunda pemberian vaksin MMR sampai usia 2 tahun (atau anak telah lancar berbicara)? Sejauh yang saya tahu, tidak ada. Setidaknya tidak ada publikasi ilmiah yang menunjang. Jadi bagaimana? Haruskah menunda? Tergantung anda. Penelitian yang dilakukan oleh banyak peneliti belum ada satupun yang mampu menunjukkan hubungan antara vaksin MMR dan autis. Otoritas kesehatan sampai detik ini pun menyatakan vaksin MMR tidak ada hubungannya dengan autis. Dengan berpedoman pada hal ini, kita tidak perlu menunda pemberian vaksin.

Kalau dokternya tidak mau memberikan, bagaimana? Ya cari dokter yang mau *smile*.

Kalau kita masih was-was, bagaimana? Bolehkah menunda? Masalahnya bukan boleh atau tidak boleh. Menunda pemberian vaksin MMR sampai anak berusia 2 tahun sebenarnya tidak apa-apa. Hanya saja, itu berarti resiko anak terkena penyakit measles-mumps-dan rubella sebelum 2 tahun cukup besar (mengingat ketiga penyakit tersebut sangat mudah menular).

Daftar pustaka:

American Academy of Pediatrics. Just the Facts: MMR Vaccine and Autism (http://www.cispimmunize.org/fam/autism/60minautism.htm).

Baird G, Brown D, Simonoff E, Pickles A, Charman T. 2008. No evidence for MMR-ASD link. Practitioner. 252(1704):6.

CDC. ABCs of Childhood Vaccines Primary Vaccinations (http://www.cdc.gov/vaccines/vac-gen/ABCs/downloads/5-ABCS-Primary.txt).

DeStefano F. 2007. Vaccines and autism: evidence does not support a causal association. Clin Pharmacol Ther. 82(6):756-9.

Hornig, M., Briese, T., Buie, T., Bauman M.L., Lauwers, G., Siemetzki, U., Hummel, K., Rota, P.A., Bellini, W.J., O’Leary J.J., Sheils, O., Alden, E., Pickering, L., Lipkin, W.I. 2008. Lack of association between measles virus vaccine and autism with enteropathy: a case-control study. PLoS ONE 3(9):e3140.

MayoClinic. Autism (http://www.mayoclinic.com/health/autism/DS00348/DSECTION=causes).

Uchiyama T, Kurosawa M, Inaba Y. 2007. MMR-vaccine and regression in autism spectrum disorders: negative results presented in Japan. J Autism Dev Disord. 37(2):210-7.

WHO. MMR and autism (http://www.who.int/vaccine_safety/topics/mmr/mmr_autism/en/).

Baca juga:

Thimerosal dalam vaksin menyebabkan autis?

7 Responses to “Vaksin MMR Menyebabkan Autis?

  • OOO gitu ya Dok..,di Jepang setiap anak dapet Vaccine MR 1 dan 2 yaa Dok?
    btw arigatou ya isi comment di Chat link ku barusan.Bingung mau bales comment nya Pak Dokter dimana ya,ya udah disini aja!Maaf ya klo isinya makanan mulu la habis manusia gak bisa hidup tanpa makan sih

    afie: hahaha, ya gomen, ya non

  • mmr mahal tapi berhubung dapat ganti kantor anakku tetap saya imunisasi mmr

    afie: mahal ya?

  • Business is the salt of life

  • ningsih
    8 years ago

    pak dokter saya mau tanya dong,
    anak saya umur 3th8 bulan kena gondongan pipi kiri dan kanan, sebelumnya dia memang belum diberi vaksin mmr.

    Sekarang, perlu nggak vaksin mmr ? atau ada gak vaksin measles rubella saja ?

    thanks ya pak

  • Maaf, tanpa masuk terlalu dalam, saya ingin menyoroti logika berpikir ketika membaca hasil studi klinis.

    “Belum ditemukan bukti yang mendukung kausalitas”

    TIDAKLAH SAMA dengan

    Berarti pasti tidak ada hubungan kausalitas.

    BELUM dan PASTI TIDAK ADA, adalah dua hal yang berbeda.

    Adalah hal yang gegabah untuk menyimpulkan kekeliruan tersebut, dan berakibat fatal ketika kita belum tahu persis data dan riset jangka panjangnya.

  • @Reza Gunawan: Di satu sisi Anda betul. Namun di tulisan saya sudah tertulis “sampai detik ini, dst”. Yang bilang “tidak ada” bukan saya, tapi otoritas kesehatan. Saya yakin pengambil keputusan di otoritas tersebut bukan dari kalangan yang masih bermasalah dengan logika berpikir. Di kalangan peneliti perdebatan autis-MMR sudah selesai karena data riset jangka panjangnya sudah banyak…
    Tapi jadi keputusan pribadi masing2 untuk menerima/menunda/menolak pemberian vaksin tsb.

  • Mudah-mudahan enggak berdampak seperti hal tersebut di atas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar