Afie’s

doctor-lecturer-virologist-microbiologist-molecular biology

Penyakit Diare pada Anak (Mekanisme Diare)

Diare sebenarnya bukan nama penyakit, tapi merupakan suatu gejala. Kalau didefinisikan, diare berarti kehilangan air dan elektrolit secara berlebihan melalui BAB (buang air besar). Bayi biasanya memiliki volume BAB sampai dengan 5 gram per kg BB-nya, sedangkan dewasa sekitar 200 gram per 24 jam. Usus kecil milik kita yang sudah dewasa mampu menyerap air sampai 11 liter per hari, sedangkan usus besar hanya menyerap 0,5 liter per hari. Oleh karena itu, gangguan di usus kecil biasanya akan menyebabkan diare dengan volume air yang banyak. Sedangkan gangguan di usus besar biasanya akan menyebabkan diare dengan volume air yang lebih sedikit.

Ada beberapa macam mekanisme yang mendasari terjadinya diare.

A. Terjadi peningkatan sekresi.

Hal ini biasanya disebabkan oleh zat yang merangsang terjadinya peningkatan sekresi, baik dari luar (misalnya toksin kolera) atau dari dalam (pada penyakit inklusi mikrovili kongenital). Pada diare jenis ini terjadi penurunan penyerapan dan peningkatan sekresi air dan transport elektrolit ke dalam usus. Fesesnya akan berupa cairan dengan osmolaritas yang normal (= 2x [Na + K]), dan tidak ditemukan adanya sel lekosit (sel darah putih). Contoh diare jenis ini adalah diare karena penyakit kolera, E. coli toxigenik, karsinoid, neuroblastoma, diare klorida kongenital, Clostridium difficile, dan cryptosporidiosis (AIDS). Diare jenis ini tidak akan berhenti meskipun penderita puasa.

B. Diare Osmotik

Diare jenis ini terjadi karena kita menelan makanan yang sulit diserap, baik karena memang makanan tersebut sulit diserap (magnesium, fosfat, laktulosa, sorbitol) atau karena terjadi gangguan penyerapan di usus (penderita defisiensi laktose yang menelan laktosa). Karbohidrat yang tidak diserap di usus ini akan difermentasi di usus besar, dan kemudian akan terbentuk asam lemak rantai pendek. Meskipun asam lemak rantai pendek ini dapat diserap oleh usus, tetapi jika produksinya berlebihan, akibatnya jumlah yang diserap kalah banyak dibandingkan jumlah yang dihasilkan, sehingga menyebabkan peningkatan osmolaritas di dalam usus. Peningkatan osmolaritas ini akan menarik air dari dalam dinding usus untuk keluar ke rongga usus. Akibatnya, terjadi diare cair yang bersifat asam, dengan osmolaritas yang tinggi (> 2x[Na + K]), tanpa disertai adanya leukosit di feses. Contoh diare jenis ini adalah diare pada penderita defisiensi enzym laktase yang mengkonsumsi makanan yang mengandung laktosa. Ciri diare jenis ini adalah diare akan berhenti jika penderita puasa (menghentikan memakan makanan yang menyebabkan diare tersebut).

C. Peningkatan gerak usus

Peningkatan gerak usus yang berlebihan akan mengakibatkan penurunan waktu transit makanan di usus. Infeksi usus dapat menyebabkan diare jenis ini. Feses yang terbentuk biasanya sedikit cair, lembek, sampai menyerupai bentuk feses normal dengan volume yang tidak terlalu besar. Contoh diare jenis ini adalah diare pada thyrotoksikosis dan sindrom iritasi saluran cerna.

D. Peningkatan gerak usus.

Diare ini terjadi karena terjadi gangguan neuromuskular, dapat disebabkan oleh pertumbuhan bakteri usus yang berlebihan. Feses yang dihasilkan biasanya sedikit cair, lembek, sampai menyerupai bentuk feses normal. Contoh diare jenis ini adalah pada keadaan pseudo-obstruksi.

E. Penurunan permukaan usus

Penurunan permukaan usus ini akan menyebabkan gangguan pergerakan dan osmolaritas usus. Feses pada diare ini berbentuk cair, dan untuk tata laksananya kadang membutuhkan penambahan nutrisi yang mungkin perlu diberikan secara parenteral. Contoh diare jenis ini adalah diare pada penyakit celiac dan enteritis karena rotavirus.

F. Terjadi invasi patogen mukosa usus

Invasi patogen pada mukosa usus akan menyebabkan reaksi peradangan, penurunan penyerapan di usus, dan peningkatan gerak usus. Feses yang dihasilkan biasanya disertai darah yang dapat dilihat dengan jelas (dengan mata telanjang) atau dengan bantuan mikroskop (terlihat adanya sel darah merah). Contoh diare jenis ini adalah diare yang disebabkan oleh infeksi kuman Salmonela, Shigela, Yersinia, Campylobacter, atau infeksi amuba.

(bersambung … )

Daftar Pustaka:

Kliegman, RM., Greenbaum, LA., Lye, PS (eds). 2004. Practical Strategies in Pediatric Diagnosis and Therapy, 2nd ed. Philadelphia, Elsevier, p 274.

December 18th, 2008 Posted by at 10:15am | Kesehatan | 11 comments

11 Comments »

  1. wah rodok susah aku nangkep bahasa mu Pak Dokter,
    yg jelas si Ta kun kemaren pagi2 muntah2 hari ini malah geri ,padahal minum susu danmakan makanan seperti biasa lho.
    apa kah harus ke Rmh sakit kah?

    afie: maaf Bu Hana, itu memang artikel ilmiah untuk membantu adik-adik mahasiswa kedokteran mempelajari mekanisme diare.
    Untuk Ta-kun, kalau dia masih lincah seperti biasa, makan-minum masih normal, diawasi dulu saja, belum perlu ke rumah sakit. Nanti deh tak bikinkan artikel tata laksana diare pada anak.

    Comment by hanna | December 21, 2008

  2. sambungannya ada dmn pak??

    Comment by tiwie | March 6, 2009

  3. @ tiwie:sambungannya doakan bisa segera…amin…

    Comment by afie | June 3, 2009

  4. Pak dokter, anak saya umur 10 bulan, diare 6x sehari, pubnya hijau, kadang ada lendir dan sedikit darah. Sudah ke dokter diberi obat untuk menghentikan mencret, enzim dan probiotik. Namun sampai hari ke-3 pasca minum obat masih juga diare. Minum susunya sdh ganti pakai yg soya, sdh tidak makan sayur dan buah. Berapa lama biasanya diare pada bayi? Pub hijau, berlendir dan darah pertanda diare disebabkan oleh apa dok? Anaknya sih masih aktif dan tidak lemas. Tks sebelumnya dok.

    Comment by Priscilla | August 18, 2009

  5. Terima kasih atas informasinya pak. Salam kenal ya.

    Comment by Stop Dreaming Start Action | September 13, 2009

  6. wah udah kayak sinetron aja pak pake bersambung segala..
    haha..
    sorry bercanda..

    Comment by gembyok | November 8, 2009

  7. makasih wat infonya y pak…………….!!!!

    Comment by hairanty | January 27, 2010

  8. trims banget nich infonya..

    Comment by Aisa Catering | May 2, 2010

  9. sambungannya mana dok?
    berguna bgt infonya bwt bahan tutorial

    Comment by dee | May 24, 2010

  10. makasih banyak pak atas ilmu yg telah Pak Dokter berikan.
    berguna sekali untuk bahan tutorial saya.
    perbanyak info seperti ini ya pak.
    mksh.

    Comment by riris | August 23, 2010

  11. siang mas, salam kenal for all by firoh

    Comment by firoh | February 8, 2011

Leave a comment

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image