Daging Sapi Jepang
Pernah makan daging sapi Jepang? Daging sapi asli produksi Jepang? Jika belum, dan anda sedang tinggal di Jepang, saya sarankan untuk mencobanya. Saya dan beberapa rekan yang pernah mencoba daging sapi asli produksi Jepang mempunyai komentar yang seragam, “kok bisa seenak ini, ya?”
Daging sapi yang dijual di Jepang ada dua macam, asli Jepang atau impor dari luar Jepang. Yang impor dari luar Jepang biasanya berasal dari Australia, Kanada, atau Brasil. Harga daging impor ini lebih murah dibandingkan daging yang asli Jepang. Tapi meskipun relatif murah, rasanya tetap OK, karena bagaimanapun juga tidak mudah untuk masuk ke pasar Jepang. Sedangkan daging yang asli Jepang relatif mahal harganya. Tapi percayalah, soal rasa, hmmm, benar-benar cocok dengan harganya. Teksturnya lembut, relatif empuk, dan soal rasa, hmmmm….
Saya bukan pakar sapi, jadi terus terang saya tidak tahu kenapa daging sapi Jepang seperti itu enaknya. Satu hal yang mungkin saya tahu adalah soal perawatannya. Soalnya, di TV pernah ada liputan tentang peternakan sapi. Disitu diperlihatkan bagaimana cara peternak sapi di Jepang memelihara ternak sapinya. Saya tidak tahu apakah semua peternak Jepang seperti itu. Disini saya akan ceritakan tentang peternakan sapi yang saya lihat di TV.
Peternak sapi yang diliput diceritakan merawat sapi-sapinya seperti merawat anaknya sendiri. Kandangnya sangat bersih karena selalu dibersihkan tiap pagi-siang-sore (Melihat liputan itu saya sempat malu pada diri sendiri. Masak kandang sapi dibersihkan tiga kali sehari sedangkan kamar apartemen saya dibersihkan tiga minggu sekali, hehehe). Sapinya sangat bersih karena selalu dimandikan dan disikat setiap harinya. Makanannya sangat bergizi, dilengkapi dengan segala macam buah dan sayur (yang dilumatkan) untuk kelengkapan vitamin dan mineralnya. Kandangnya sendiri terletak di daerah pegunungan yang indah pemandangannya. Bisa dikatakan, sapi-sapi tersebut memang disengaja untuk selalu melihat pemandangan alam yang indah. Setiap pagi, sapi-sapi tersebut secara bergiliran dielus-elus dan diajak bicara. Ya, diajak bicara, seperti “selamat pagi”, “bagaimana tidurmu semalam”, dst. Secara bergiliran pula sapi-sapi tersebut diajak jalan-jalan untuk menikmati indahnya pemandangan. Biar sapi-sapi tersebut tidak stress, katanya. Katanya pula, jika sapi tidak stress, dagingnya bisa lebih enak. Jadi si peternak sapi melakukan itu semua hanya untuk mendapatkan daging sapi dengan kualitas sebaik mungkin. Harganya jangan ditanya, 1 ekor sapinya bisalah untuk membeli 1 buah mobil. Tapi soal rasa, hmmm…..
Karena itu, mumpung di Jepang, cobalah daging sapi asli Jepang, terutama yang kualitas A. Apalagi jika berupa steak atau yakiniku, hmmm, nyammy. Karena harganya sangat mahal (1 porsi bisa lebih dari 10.000 yen), ada baiknya kita mencari tahu info diskonan di restoran yang akan kita tuju. Secara umum, sekitar jam makan siang harganya lebih murah. Namun ada juga restoran yang memberlakukan diskon jam 14-17, jadi tiap restoran mungkin mempunyai kebijakan tersendiri.




keren lognya.. salam kenal juga..!
Masalah daging sapi lebih banyak masuk dari australi deh. ntar pengen nyoba jg yg jepang punya ,,, sip nice post..
Comment by Sang Penyamun | December 23, 2008
Hwaaa,,,,
harga sapinya… o_O
Comment by Ned | December 23, 2008
Hhmmm… saya pernah coba daging wagyu di salah satu resto steak di sini. Emg lembut siy, tp mungkin kurang cocok dgn lidah saya… padahal katanya ya itu sapinya dirawat bener2.
**btw bedanya dgn kita, si sapi ini dirawat bener2 kayak anak sendiri kan? tp ujung2nya dipotong, kekekeke….
Comment by zee | December 23, 2008
naahh, akhirnya cerita sapi keluar juga nihh ………, kapan nih cerita ttg rental DVD,barang bajakan dan nonton bioskopnya di jepang ^_^
Comment by gedeblog | December 23, 2008
Kapan ya Indonesida kayak negara jepang?? Jadi nanti dagingnya dinamai daging sapi Indonesia.
Comment by EbleH 182 | December 23, 2008
wah… kok ada juga ya daging sapi jepang??? hehehe… dagingnya kyk orang jepang gak ya??? putih2 dan sipit2 gitu
Comment by Lyla | December 23, 2008
Daging sapi yg terkenal dr jepang kalo ga salah namanya Kobe beef atau Wagyu, bener ya? Saya denger, sapinya juga disetelin musik klasik.. heuehehe..
Salam kenal ya, very interesting information on your blog
Comment by Jiewa | December 23, 2008
wah…
dagingna sama aja kali ya kya di indonesia..
empuk” kali..hehehe
salam kenal
Comment by debrian | December 23, 2008
Kayaknya akan lebih enak jika menikmatinya pas perut sedang lapar deh. Tapi saya tetap percaya, daging sapi tetaplah enak diolah dengan cara apapun.
Comment by Mufti AM | December 23, 2008
waahh.. daging sapi “jepang”..??? jadi ingin mencicipi… salam kembali… happy blogging… nice info..
Comment by Raden | December 23, 2008
good postingg
Comment by anna 'd | December 24, 2008
wah harganya yammy …
ngga ada yang lebih murah yaa? hehehe
Comment by mascayo | December 24, 2008
daging sapi jepang???
gimana nih mo mbedain bentuknya..pa ada stempel made in japan dokk?
Comment by Nyante Aza Lae | December 24, 2008
weleh…harga 1 sapi = 1 mobil? kayak juragan mobil aja tuh peternaknya…..

btw….salam kenal yach….
Comment by yoppi | December 24, 2008
katanya sapi-sapi kobe itu diperdengarkan musik klasik…makanya mereka nggak stress…..he he he
Comment by ade | December 24, 2008
Seandainya Bos Afie membawakanku sepiring saja…
Aku bakalan bisa ikut bercerita…
Comment by Iwan Wisnu Anggono | December 24, 2008
“(Melihat liputan itu saya sempat malu pada diri sendiri. Masak kandang sapi dibersihkan tiga kali sehari sedangkan kamar apartemen saya dibersihkan tiga minggu sekali, hehehe)”
– lha apa sampeyan mau po, apartemennya ada yang bersihin tiga kali sehari trus disiapin sayur n buah tiap hari, disapa tiap pagi, diajak jalan2,tapi abis tuh DISEMBELIH ???
– btw lam kenal juga, suwun wis mampir..
Comment by sayur asem | December 24, 2008
Ternyata di jepang ad sapi ya, saya kira cuma ngimpor. Makannya rumput bukan ya?
Comment by Erik | December 27, 2008