Peran Peternakan Unggas pada Penyebaran Virus Flu Burung (Avian Influenza) pada Manusia

Peternakan unggas rentan terhadap penyebaran infeksi flu burung (Avian Influenza). Virus flu burung yang menginfeksi burung-burung liar biasanya hanya menyebabkan infeksi asimptomatik (infeksi yang tidak menunjukkan gejala klinis) pada unggas yang diternakkan di peternakan. Namun, setelah beredar di peternakan unggas, virus tersebut akan beradaptasi dengan cara bermutasi menjadi virus flu burung yang dapat bereplikasi dengan efisien di unggas yang diternakkan di peternakan tersebut.

Peternakan unggas diduga akan terlibat pada pandemi Influenza. Dugaan ini timbul setelah diketahui bahwa virus flu burung (Avian Influenza) yang beredar dan sudah mengalami adaptasi di peternakan unggas ternyata dapat bereplikasi pada manusia. Seperti telah diketahui sebelumnya, sebenarnya reseptor untuk virus flu burung berbeda dengan virus flu manusia. Virus sendiri hanya mampu memasuki sel yang mempunyai reseptor yang cocok dengannya. Itulah kenapa secara teoritis virus flu burung tidak akan mampu menginfeksi manusia, begitu juga sebaliknya. Hal ini disebut barier spesies. Lalu kenapa timbul dugaan keterlibatan peternakan unggas pada penyebaran flu burung ke manusia?

Dugaan keterlibatan peternakan unggas mulai muncul ketika diketahui bahwa virus flu burung (Avian Influenza) H9N2 yang diisolasi dari unggas di peternakan unggas ternyata memiliki spesifisitas reseptor yang mirip dengan virus flu manusia. Sedangkan virus flu burung H9N2 yang diisolasi dari burung akuatik memiliki spesifisitas reseptor yang berbeda. Bukti yang lain, virus flu burung H5N1 yang diisolasi dari unggas di peternakan unggas mempunyai karakteristik mempunyai penambahan gugus glikosilasi di protein HA-nya dan delesi di tangkai NA-nya (sehingga tetap terjadi keseimbangan antara dua protein tersebut). Kebetulan pula, adanya penambahan gugus glikosilasi protein HA dan delesi di tangkai NA merupakan karakteristik virus flu manusia. Oleh karena itu, timbul dugaan, bahwa agar dapat beradaptasi di peternakan unggas, virus flu burung membutuhkan mutasi, yang kemudian menghasilkan virus flu burung baru yang mempunyai karakteristik yang mirip dengan virus flu manusia. Karena itu, virus flu burung hasil mutasi ini dapat menginfeksi manusia. Hanya saja karena virus flu burung hasil mutasi ini belum mampu beradaptasi penuh di manusia, maka replikasi yang terjadi kurang efisien. Jika virus flu burung ini mampu beradaptasi di manusia, maka pandemi Influenza akan terjadi lagi.

Daftar Pustaka:

Matrosovich M, Zhou N, Kawaoka Y, Webster R. 1999. The surface glycoproteins of H5 influenza viruses isolated from humans, chickens, and wild aquatic birds have distinguishable properties. J Virol. 73:1146-1155.

Matrosovich MN, Krauss S, Webster RG. 2001. H9N2 influenza A viruses from poultry in Asia have human virus-like receptor specificity. Virology. 281:156-162.

Shinya K, Ebina M, Yamada S, Ono M, Kasai N, Kawaoka Y. 2006. Avian flu: influenza virus receptors in the human airway. Nature. 440:435-436.

Baca Juga:

Peran babi dalam pandemi influenza

Sekilas tentang flu burung (Avian Influenza)

Penularan virus flu burung (Avian Influenza) ke manusia

2 Responses to “Peran Peternakan Unggas pada Penyebaran Virus Flu Burung (Avian Influenza) pada Manusia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar