Afie’s

doctor-lecturer-virologist-microbiologist-molecular biology

Uji Progesteron dan Uji Kehamilan

Seorang sahabat (Ibu Diana) menanyakan … “Dok , mo nanya…saya kan tempo hari tes darah utk progesteron, disitu hasilnya tertulis 44.61 Trus tertulis : kalo hamil trisemester I, progesteron = 11.22-90.00. Itu artinya apa sih kalo tes darah menunjukkan gitu? soalnya hasil tespek saya negatif . Saya jadi bingung, apa hubungan antara tespek ama tes darah, kok bisa beda hasilnya…”.

Uji progesteron bertujuan untuk memeriksa kadar progesteron dalam tubuh kita. Progesteron adalah salah satu hormon steroid yang dihasilkan tubuh kita. Pada wanita hormon ini berfungsi antara lain pada siklus menstruasi, untuk menyiapkan rahim untuk implantasi sel telur yang telah dibuahi. Pada siklus menstruasi normal, kadar progesteron dalam darah sebelum terjadi pelepasan sel telur < 5 ng/mL, kemudian setelah terjadi pelepasan sel telur akan meningkat > 5 ng/mL, terus meningkat sampai 6-10 hari, untuk kemudian menurun jika tidak terjadi kehamilan (Oleh karena itu, pada kasus Ibu Diana, pemeriksaan tersebut dilakukan kapan? Di awal siklus menstruasi, di tengah siklus menstruasi, akhir siklus menstruasi, setelah telat menstruasi, atau setelah minum obat yang mengandung progesteron?)

Kapan dilakukan uji progesteron? Uji progesteron biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah ada siklus menstruasi normal (terutama bagi mereka yang ingin hamil). Uji progesteron juga sering dilakukan bagi mereka yang diberi obat untuk merangsang pelepasan sel telur, untuk memantau keberhasilan terapi dan untuk mengetahui kapan pelepasan sel telur terjadi. Bagi pasutri yang menginginkan kehamilan, informasi “kapan terjadi pelepasan sel telur” ini sangat penting. Uji progesteron juga dilakukan jika terjadi dugaan adanya kehamilan di luar kandungan. Untuk mereka yang kehamilannya tergolong resiko tinggi, uji ini kadang dilakukan untuk memantau perkembangan janin dan plasentanya. Pada wanita yang sedang tidak hamil, uji ini dapat membantu mengetahui penyebab perdarahan rahim yang dialaminya (Sayang sekali, Ibu Diana tidak menyertakan keterangan, kenapa beliau melakukan uji progesteron).

Uji kehamilan mendeteksi keberadaan beta-hCG (human Chorionic Gonadotropin), suatu hormon yang dihasilkan oleh embrio segera setelah terjadi konsepsi yang kemudian dilanjutkan oleh sel sinsitiotrofoblast (bagian dari plasenta). Keberadaan hormon hCG hampir selalu mengindikasikan terjadinya kehamilan. Salah satu fungsi hormon ini adalah membantu menjaga keadaan rahim agar sesuai untuk kehamilan, dengan antara lain merangsang pengeluaran hormon progesteron (Itulah kenapa, jika terjadi kehamilan, hormon progesteron akan meningkat sesuai dengan umur kehamilan, dan akan mencapai 100-200 ng/mL ketika kehamilan akhir).

Uji kehamilan yang paling sering kita temui adalah dengan pemeriksaan urin. Kadar minimal beta-hCG dalam urin untuk menghasilkan hasil yang positif, sepanjang pengetahuan saya, berkisar antara 20-100 mIU/mL (meskipun tespek tersebut mengatakan mempunyai batas deteksi minimal 5 mIU/mL). Padahal, sampai 5 minggu dari hari pertama menstruasi terakhir, kadar beta-hCG dalam urin kadang masih dibawah 20 mIU/mL (meskipun pada beberapa wanita 4 minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir sudah lebih dari ratusan mIU/mL).

Kembali ke kasus Ibu Diana, hasil pemeriksaan progesteron 44,61 ng/mL menunjukkan kadar di atas normal. Jika Ibu Diana tidak meminum obat yang mengandung progesteron, kadar di atas normal dapat berarti hamil, kanker kandung telur atau kelenjar adrenal, atau gangguan kelenjar adrenal. Untuk kanker dan gangguan kelenjar adrenal dapat disingkirkan karena kadarnya hanya 40-an. Jika terjadi kanker atau gangguan kelenjar adrenal kadarnya akan meningkat sangat tinggi sekali. Lalu apakah hamil? Kenapa tespeknya negatif? Kemungkinan hamil itu ada, dan hasil tespek yang masih negatif mungkin karena kadar beta-hCG di urin masih rendah (di bawah batas minimum tespek yang Ibu Diana gunakan). Namun perlu diketahui diagnosis kehamilan berdasarkan peningkatan kadar progesteron sangat tidak lazim dan bukan merupakan standar diagnosis. Ada baiknya Ibu Diana mengulang kembali uji kehamilan beberapa hari/minggu kemudian jika memang sedang terlambat bulan. Jika betul karena hamil, maka InsyaAllah beberapa hari/minggu kemudian uji kehamilan akan memberikan hasil yang positif. Pengalaman saya pribadi, hasil pemeriksaan tespek istri saya negatif pada minggu kelima dan baru menunjukkan hasil positif hampir 7 minggu dari hari pertama menstruasi terakhirnya *smile*.

Ohya, tespek hanya merupakan pemeriksaan penyaring untuk diagnosis kehamilan. Hasil tespek yang positif menunjukkan kemungkinan besar kita hamil (jadi belum pasti hamil). Untuk diagnosis pasti kehamilan adalah dengan menemukan bukti fisik keberadaan janin, yaitu dengan didengarnya bunyi detak jantung janin atau dengan pemeriksaan USG.

December 25th, 2008 Posted by at 01:13am | Kesehatan | 13 comments

13 Comments »

  1. jd inget masa2 pgn bgt punya anak.
    setiap kali liat tespak hasilnya negative, keknya sediiiiiih bgt.hehehe

    afie: hm, yang pernah mengalami memang lebih bisa memahami…

    Comment by ichaawe | December 25, 2008

  2. denger2 PCO itu juga berhubungan dengan pengaruh hormon adrenalin yang meningkat… request dunk, artikel ttg PCO thx…

    afie: biar tidak salah tangkep, PCO : polycystic ovary?

    Comment by wa2n | December 25, 2008

  3. kagak paham kalo beginian :D

    Comment by Tony | December 25, 2008

  4. Betul Pak, PCO : Polycystic Ovary, banyak kista kecil-kecil di indung telur

    Comment by wa2n | December 25, 2008

  5. wlo g nyambung…mumpung gratis nih..he..he..
    Alkon apa nih yg paling tidak berpengaruh thdp kesehatan ibu? Hormonal atawa non hormonal?? trus apaan tuh..trims

    Comment by Nyante Aza Lae | December 25, 2008

  6. Assalamu’alaikum dok, saya mau tanya tentang cara tips “membuat” berhubungan supaya bisa menghasilkan fetus laki-laki, gimana ya dok caranya?coz banyak tetangga saya yang pingin banget punya momongan laki-laki, tapi meskipun dah berkali-kali mengandung, anaknya perempuan, kasihan yang hamilkan dok? katanya hamil itu sakit, sedangkan sang suami tidak mau berhenti “menghamili” sebelum anaknya yang keluar adalah laki-laki,apa ada ya dok cara atau tipsnya?
    terima kasih banyak….
    tlg bls ke email juga ya dok?

    afie: ada sih tipsnya tapi tidak menjamin 100%, suatu saat akan saya tulis, tapi mungkin di blog baru saya

    Comment by rintis | January 27, 2009

  7. Pak Dokter,
    saya sedang proses hamil, tapi menurut dokter yang saya datangi, hormon progesteron saya tinggi, terlihat dari keluarnya air dari kedua payudara saya.
    selain itu, saya over weight, saya disarankan utnuk banyak bergerak, minimal keluar keringat dalam satu hari.
    Mohon informasinya ya dok…
    apa yang harus saya lakukan…

    Regards,
    lara

    Comment by lara | February 16, 2009

  8. Pak Dokter yg baik hati,

    Saya lagi program hamil..umur saya 39thn 6 bln..sdh menikah 10 taon.Baru sekarang pengen bener punya momongan..pertama kali periksa..kira2x 3 bln yg lalu..ternyata prolactin sy tinggi..setelah minum obat..lalu normal..tapi sel telurnya blm matang,kemudian dokter ksh saya obat perangsang sel telur spy besar..kemudian ketika diperiksa sel telur saya ada 3 dan semuanya 2,6 cm..lalu..sy jg disuruh periksa progesteon..setelah itu sih saya sdh sempet kesenangan krn terlambat dtng bulan..mens sy selalu tratur..jadi ketika terlambat 2 hari, sy pikir hamil..ternyata hari ke empat datang deh..tamu yg tak diundang itu alias menst..test hasil progesteron saya mencapai >60. Mengapa bisa begitu yah Dr?..karna kalo progesteron tinggi seharusnya jadi hamil bukan?

    Comment by Magdalena | May 5, 2009

  9. Pak Dokter,

    Umur saya 30 thn. Setelah telat 9 hr dari jadwal mens, 9 Ags yg lalu, saya ada keluar bercak coklat yg saya pikir itu tanda awal mens, namun di hari-hari selanjutnya tidak berubah menjadi banyak selayaknya mens. Tgl 12 Ags saya melakukan test pack dgn hasil negatif. Tgl 16 Ags, bercak itu sudah hilang.
    Namun karena suhu basal tubuh pagi hari hingga sekarang masih sekitar 37.0 – 37.3 dok kandungan saya menyakinkan saya bahwa bercak tsb bukanlah mens, dan dia memberikan premaston seblumnya, kemudian diganti dengan duphaston.

    Apakah kedua jenis obat diatas yg menyebabkan mens menjadi tidak lancar, atau kondisi diatas memang merupakan salah satu tanda proses implantasi?

    Thx in advance.

    Comment by Charlene | August 18, 2009

  10. Sore dok,

    Saya Minot 30 Th, saya pernah tidak menstruasi selama 2 th lebih dok. Ini terjadi setelah saya menikah, sebelum menikah siklus menstruasi saya bisa dibilang jarang sekali terjadi. Pertama saya mengalami menstrusi ketika berumur 11 th, saat itu saya bisa menstruasi penuh selama 1 bulan, jadi ibu saya membawa saya utk diperiksakan ke dokter kandungan, dari dokter Astek sampaek ke ahli ginekologi terkenal di kota kami. Tapi semua menyampaikan jika saya mengalami hormon yg tdk teratur. Saat itu pemeriksaan hanya dilakukan sebatas USG dan minum obat (asumsi saya itu obat hormon, spt KB tapi saya lupa). dan lama kelamaan di masa SMU saya normal utk siklus menstruasi saya, sampai waktu kuliah saya mengalami menstruasi 2 bln sekali, 3 bln sekali sampai 1 thn sekali dan puncaknya ketika saya berumur 27 thn saya tidak mengalami menstruasi selama 2 thn lebih. Segala cara saya periksa ke dokter dan saya test hormon yg hasilnya sangat mengejutkan, bahwa saya tidak bisa menghasilkan hormon2 reproduksi, seperti : progesteron, testoteron, LH dan satunya saya lupa… dan dokter saya memberikan vonis saya sudah Menopouse di usia 29thn. lalu dokter tsb memberikan obat/ hormon progesteron dan testosteron… dan dalam bulan berikutnya saya menstruasi BANYAK sekali, dan setiap saya minum obat/hormon itu saya selalu menstruasi.

    Apakah menurut dokter saya bisa mempunyai anak?? karena saya sangat mengharapkan keajaiban itu terjadi… dan apa yang harus saya lakukan saat ini…??? butuh sarannya dok…

    Comment by Minot | January 3, 2010

  11. salam kenal dok, saya mau tanya apakah hasil tespek positif sudah pasti hamil? tapi kenapa saya tidak merasakan gejala2 kehamilan sama sekali, mohon jawaban . terima kasih

    Comment by fia | January 23, 2010

  12. sore dok ud 4 tahun menikah tapi saya belum hamil juga padahal saya sudah menjalankan pemeriksaan ke dokter kandungan dari mulai minum obat penyubur, USG dalam, HSG, sampai cek progesteron semuanya baik tapi hasil cek progesteron saya belum dikonsultasikan lagi sama dokter kandungan, teman menganjurkan agar saya banyak minum asam folat dan minum vit E apa benar dok itu bisa membuat jadi subur dan saya bisa hamil dikarenakan umur saya ud 35 tahun dok, mohon jawabannya ya dokter terima kasih

    Comment by yulia | May 25, 2010

  13. Dok,mohon infonya ttg efek dr injeksi hormon HCG.. Thx b4..

    Comment by risa | July 10, 2010

Leave a comment

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image