Memotong Rambut di Jepang

Membaca tulisan rekan, saya jadi teringat pengalaman saya memotong rambut sendiri di Jepang. Sebenarnya bukan memotong sendiri sih, tapi dipotongkan oleh istri saya tercinta. Kenapa potong rambut sendiri? Karena bagi kita yang dari Indonesia (terutama bagi saya), tarif potong rambut di Jepang sangatlah mahal. Rata-rata mematok harga 3000 yen (kurs saat artikel ini ditulis 1 yen = Rp 123,00). Di Solo, dengan harga segitu, kita sudah dapat creambath, pijat refleksi, dan segala macam perawatan komplit lainnya. Sedangkan di Jepang harga segitu hanya untuk potong rambut (plus keramas singkat di beberapa salon). Salon paling murah di kota saya mematok tarif 1700 yen sekali potong. Bagi saya, harga segitu masih terasa sangat mahal.

Di tahun pertama saya tinggal di Jepang, saya tidak potong rambut. Tahun pertama di Jepang saya tinggal di kota Kurayoshi, kota kecil yang tarif potong rambut termurahnya 3500 yen. Untuk mensiasatinya, waktu berangkat ke Jepang saya potong gundul mulus, tapi dalam beberapa bulan saja rambut saya sudah gondrong. Karena saya terlalu eman untuk mengeluarkan uang 3500 yen hanya untuk potong rambut, saya biarkan saja rambut saya gondrong. Dan ketika saya pulang kampung rambut saya sudah begitu panjangnya sehingga saya nyaris tidak bisa lolos dari pemeriksaan imigrasi.

Di tahun kedua istri saya sudah menemani di Jepang. Untuk menghemat biaya, saya memintanya untuk memotongkan rambut saya ketika sudah mulai gondrong. Alasan saya, hampir semua orang Jepang yang saya kenal memotong rambutnya sendiri. Termasuk mantan supervisor (profesor) saya. Kalau mereka bisa, tentu kita juga bisa dong. Lagipula, apa sih susahnya motong rambut? Kan tinggal di gunting-gunting saja. Istri saya awalnya menolak keras. Tapi setelah saya paksa habis-habisan, akhirnya mau juga. Lalu dimulailah acara gunting-menggunting rambut. Beberapa menit kemudian istri saya mulai menangis. Tahukah kenapa? Yak betul, dia tidak tahan melihat hasil pekerjaannya sendiri. Hancur habissss….. Istri saya kemudian benar-benar patah arang dan tidak mau melanjutkan acara potong rambutnya. Akhirnya saya ke salon, dan semua orang di salon tersebut berusaha menahan senyum melihat potongan rambut saya.

Akhirnya saya digundul. Potongan rambut hasil kerja keras istri saya terlalu sulit untuk dirapikan. Masalah selesai? Belum. Pulang ke apartemen masalah kedua sudah menanti. Karena amatiran, kita potong rambut di dalam kamar apartemen, padahal lantainya kami lapisi karpet. Ya ampun, susahnya membersihkan karpet tersebut dari semua rambut. Saya kira akan mudah dibersihkan dengan alat penghisap debu. Ternyata harus disikat dan dipunguti satu persatu. Problem kedua adalah rambut di baju. Begitu dicuci dengan mesin cuci, rambutnya mengotori mesin cuci dan baju lainnya. Total general kita membutuhkan waktu 3 minggu untuk membersihkan karpet, baju, dan mesin cuci. Ternyata, bukannya hemat, tapi malah boros segalanya, ya uang, ya waktu, ya perasaan.

So, setelah itu saya tidak pernah memotong rambut saya sendiri lagi, kapok. Lebih baik hilang uang daripada hilang waktu+uang+perasaan. Tapi bagi anda yang ingin memotong rambut sendiri selama tinggal di Jepang, saya punya beberapa tips. Pertama, belilah alat potong rambut elektronik, harganya sekitar 5000 yen. Di alat tersebut sudah lengkap dengan piranti untuk mencegah agar tidak terjadi rambut terpangkas habis secara tidak sengaja. Yang kedua, di hyaku-en shop dapat kita temukan alat penampung rambut dari plastik. Alat ini nanti dipakai di leher, bentuknya seperti mangkok terbalik. Rambut yang terpotong ketika kita memotong rambut akan langsung ditampung oleh alat ini sehingga tidak jatuh ke lantai. Setelah selesai, tinggal dibuang ke tempat sampah. Yang ketiga, saya juga pernah menemukan alat berupa dua cermin yang dipasang berhadapan. Ini digunakan bagi anda yang ingin memotong rambut sendirian (untuk melihat rambut bagian belakang). Sayangnya alat ini relatif sulit ditemukan.

Kalau anda ingin memotong rambut dengan tarif murah, carilah salon yang menawarkan jasa memotong rambut dalam 10-15 menit. Biasanya tarif yang dipatok sekitar 1000-1500 yen. Salon semacam ini banyak terdapat di stasiun besar di kota besar. Di kota kecil seperti kota saya, adanya hanya di salah satu supermarket di kota saya. Hasilnya lumayan kok.

Semua tips di atas hanya untuk anda yang berjenis kelamin laki-laki. Bagi anda yang perempuan, jangan deh. Lebih baik keluar uang daripada nanti anda menangis, hehehe. Atau kalau anda memang ingin menghemat, belajarlah memotong rambut sebelum datang ke Jepang.

21 Responses to “Memotong Rambut di Jepang

  • pengalaman adalah guru yang terbaik pak.. hehe

  • wah,temen kuliahku dulu juga ada yang sekarang kerja di jepang Pak, kok tiap diajak ceting dia tidak pernah mau ngasih cam. jangan-jangan jadi gondrong tuh.. soalnya dia dulu paling anti rambut gondrong 😀

    afie: hehehe, sangat mungkin sekali…hehehe

  • pengalaman yg unik dan lucu. gak kebayang harus motong rambut sendiri. bisa nangis darah deh. soalnya rambutku kaku dan susah diatur.

    afie: sama…:p

  • Lain kali bawa tukang potong rambut ajah dari indonesia.
    Sekalian buka salon disana….
    Kan lumayan hasilnya

    afie: andai bisa potong rambut, saya sudah buka salon,…

  • weleh-weleh, yen potong neng madura mawon pak, enten mboten mriko 😀

    afie: sayange mboten mas, dadi cen dereng gondrong banget dereng potong, hehehe, ngirit…

  • aku tak belajar motong rambut Kang. sapa tau bisa buka salon khusus org Indonesia disana…hehehe

    afie: kami tunggu loh, hehehe

  • Wah ternyata mahal sekali ya potong rambut di Jepang.
    Sebaiknya kalau mau tinggal di Jepang, sudah ahl potong rambut, lumayan bisa buka jasa potong rambut, buat tambah penghasilan

    afie: pendapatan para pemotong rambut lumayan besar di Jepang

  • Walah,muahalnya p0tong rambut disana. . . Kalo disini bisa buat spa tuh . Hehe

    afie: makanya itu, mending gondrong sebentar, hehehe

  • Mahal amat mas…di Salon Rudi aja , gaks emahal itu…;P

    Jadi rencananya mo hemat, malah berantakan ya mas? Mulai harus kesalon, bersihkan sisa potongan, sampai sisa ramput menempel di cucian…

    Thx atas link nya

    afie: sama2, …

  • wah, jadi tukang cukur di Jepang bisa cepat kaya nih 🙂

    afie: kalo laris lho ya, hehehe….

  • rambut kepala adalah mahkota yang tak ternilai harganya
    tukang cukur di indonesia pindah ke Jepang aja 😀

    afie: klo bisa motong rambut saya udah buka salon…

  • wah.. Busyet… Potong Sendiri aja ah.. Gundul.. Hehhehehe..

    Salam Kenal yah mas.., http://www.jadmikoz.co.cc

    afie: gundul itu menawan…dan hemat, hehehe

  • eanakan pangkas di barbershop aja deh dok..murah mriah..he..he

    afie: atau potong sendiri, hehe

  • Problem yg hampir sama dg saya, bedanya kalau saya memang tukang cukur sejak dulu, teman2 di sini pada datang ke rumah, terus saya yg mangkas rambutnya. Tapi giliran saya mau pangkas rambut ngga ada yang bisa…. jadinya tetap ke salon

    afie: berarti nanti di Solo saya bisa ke rumahnya Mas Adi utk potong rambut…? hehehe

  • Haha..ha.. susahnya potong rambut di Jepang ya. Mana istri takut motong lagi.. Pengalaman saya potong rambut adalah potong sendiri selama bertahun2. Modalnya cuma gunting murahan dan sisir. Keuntungannya adalah saya bisa potong kapan saya mau. Bisa pagi, siang, bahkan jam 12 malam. Pokoknya suka2…ha..ha.. Sampai sekarang belum pernah ada yang mencela potongan sendiri itu. Mungkin sungkan ya..ha..ha.. Dulu saya mulai potong sendiri karena ke salon di Malang hasilnya tidak memuaskan. Selamat potong rambut lagi (tapi sendiri ya)…

    afie: ndak ah, Mas, kapok…

  • baru tahu, ternyata mahal juga ya… disini cuman 5000 dah rapi… 😀

    afie: bener…mahal tenan

  • mending nek plaosan ae potong rambut murah meriah cuma gopek doanx…..ndk jepang mahaLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL

    afie: ke plaosan lebih mahal klo dari jepang….:p

  • aku baca blog pak afie..jadi ketawa sendiri.mmg betul suamiku bilang di jep itu potong rambut mahal sekali..posting lagi ya..tentang pengalaman2 tinggal di jepang..supaya kita2 yang niat kesana dapat belajar dr pengalamna bapak…arigatoune..

    afie: cerita saya buanyuak buanget stoknya…jangan kuatir…:p

  • wah,seneng yah punya pengalaman yang menarik kaya gitu.saya jadi pengen bisa kesana juga

  • wah kalau saya sekarang sudah tidak pernah ke salon pak. Potong rambut sendiri (benar2 pakai tangan saya sendiri) menggunakan gunting penipis rambut. Alhasil rambut lebih keren drpada potong di salon..hehe

  • Satirya
    8 years ago

    Tulisan yang bagus dan menghibur pak….hehehe….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar