Thimerosal Dalam Vaksin Menyebabkan Autis?

Ada seorang sahabat (mamahnya nikeisha) menanyakan kebenaran email tentang vaksin-thimerosal-autis. Begini isi emailnya (saya edit): “…  Joey memperoleh 3 kali suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB… ternyata dua macam vaksin yang diterima anak saya dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an…. ” (email lengkapnya silahkan baca di sini)”

Saya pribadi sudah membaca email tersebut tahun 2004, dan ternyata masih beredar sampai sekarang *smile*. Lalu, benarkah isi email tersebut?

Dugaan vaksin menyebabkan autisme mulai muncul ketika Wakefield AJ dkk mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal Lancet tahun 1998. Kemudian terjadi kehebohan dan setelah banyak yang meng-kritisi metode penelitiannya, akhirnya dari total 13 penulis di laporan Wakefield tersebut, 10 penulis menyatakan menarik kembali laporan tersebut dan menyatakan tidak setuju dengan kesimpulan di laporan penelitian tersebut (hehe, dagelan ya). Ttg vaksin MMR dan autis sudah saya bahas di sini.

Tentang thimerosal, Bernard dkk pada tahun 2002 mempublikasikan dugaannya tentang peranan thimerosal dalam proses terjadinya autis. Salah satu alasannya, angka kejadian autis meningkat setelah vaksin Hepatitis B dan HiB yang mengandung thimerosal mulai masuk dalam program vaksinasi. Meskipun thimerosal (merkuri) memang bersifat toksik terhadap syaraf, namun sebenarnya kandungan thimerosal dalam vaksin terlalu kecil untuk menyebabkan kelainan. Meskipun begitu, dugaan ini perlu dibuktikan.

Setelah dugaan akan keterkaitan thimerosal dalam vaksin dengan autisme muncul, banyak peneliti yang mencari pembuktian dugaan tersebut. Banyak studi kemudian melaporkan tidak ada keterkaitan antara thimerosal dalam vaksin dengan autisme. Namun dalam kurun waktu 2003-2004 ada 14 laporan penelitian yang menyatakan ada hubungan antara thimerosal dalam vaksin dengan autis, 10 berupa studi epidemiologis, dan 2 studi farmakokinetis. Para penentang program vaksinasi, terutama yang berkaitan dengan thimerosal, sering menggunakan 14 laporan ini sebagai referensi. Padahal, di kalangan ilmuwan sendiri, laporan-laporan tersebut mendapatkan kritikan keras. Desain penelitian, metode pengambilan data, cara menganalisis dan jumlah sampelnya kurang adekuat untuk mendukung kesimpulan yang mereka buat. Kebetulan pula, sebagian dari laporan tersebut dipublikasikan oleh peneliti yang sama, dengan menggunakan data yang saling tumpang tindih, sehingga kesimpulan yang diambil juga lemah secara ilmiah. Salah satu review (oleh Parker SK, dkk, 2004) bahkan menyatakan bukti yang disampaikan dalam ke-14 laporan tersebut sangat lemah secara ilmiah, sehingga kesimpulan di 14 laporan tersebut harus ditolak. Sampai saat ini pun otoritas kesehatan masih menyimpulkan bahwa tidak ada kaitan antara thimerosal dalam vaksin dan autisme. Bahkan setelah vaksin yang menggunakan thimerosal tidak digunakan lagi angka kejadian autis tetap tinggi dan cenderung meningkat (sejalan dengan semakin baiknya deteksi dini autis).

Secara ilmiah, penelitian-penelitian dengan metode penelitian yang baik membuktikan tidak ada kaitan antara thimerosal dalam vaksin dan autisme, sehingga seharusnya sudah tidak perlu ada lagi ketakutan tentang penggunaan thimerosal dalam vaksin. Namun sayangnya, kabar tentang thimerosal dan autis ini sudah telanjur menyebar begitu luas, mengakibatkan banyak orang tua menunda bahkan menolak program vaksinasi. Akibatnya, otoritas kesehatan meminta perusahaan farmasi untuk sedapat mungkin tidak menggunakan lagi thimerosal daripada program vaksinasi gagal. Tapi lagi-lagi, permintaan untuk tidak menggunakan thimerosal dalam vaksin ini dianggap oleh para penentang program vaksinasi sebagai pembenar bahwa thimerosal dalam vaksin memang menyebabkan autis. Ruwet, hehe.

Saat ini thimerosal sudah tidak digunakan lagi dalam pembuatan (sebagian besar) vaksin. Hal ini disayangkan banyak pihak, mengingat dengan tidak digunakannya thimerosal, proses penyimpanan vaksin menjadi lebih sulit dan harganya menjadi lebih mahal. Tapi itu mungkin harga yang perlu dibayar untuk rasa aman demi suksesnya program vaksinasi.

Jadi kesimpulannya? Kesimpulannya, dugaan thimerosal dalam vaksin menyebabkan autis tidak mempunyai dukungan ilmiah, dengan kata lai, belum ada bukti yang menunjukkan keterkaitan thimerosal dalam vaksin dan autis. Lalu apa sikap kita jika menerima email di atas? Pertama, jangan ikut-ikutan mem-forward. Yang kedua, tidak perlu panik dan takut. Vaksin Hepatitis B dan HiB sudah tidak ada yang menggunakan thimerosal. Untuk vaksin lainnya yang masih menggunakan thimerosal (vaksin Influenza, misalnya), silakan menggunakan vaksin yang tidak mengandung thimerosal kalau anda masih takut. Yang ketiga, kalau kita takut, ingat poin kedua. Akhir kata, saya berharap kita tidak akan menemukan email di atas lagi, dan tidak ada lagi yang takut divaksinasi karena takut anaknya terkena autis.

Daftar Pustaka:

Bernard S, Enayati A, Roger H, Binstock T, Redwood L. 2002. The role of mercury in the pathogenesis of autism. Molecular Psychiatry. 7: S42-S43.

CDC. Mercury and vaccines (thimerosal) (http://www.cdc.gov/vaccinesafety/concerns/thimerosal.htm).

FDA. Thimerosal and vaccines (http://www.fda.gov/cber/vaccine/thimerosal.htm#toc).

CDC. Timeline: thimerosal in vaccines (1999-2008) (http://www.cdc.gov/vaccinesafety/concerns/thimerosal_timeline.htm).

DeStefano F. 2007. Vaccines and autism: evidence does not support a causal association. Clin Pharmacol Ther. 82(6): 756-759.

Fombonne E. 2008. Thimerosal dissapears but autism remains. Arch Gen Psychiatry. 65(1): 15-16.

Parker SK, Schwartz B, Todd J,  Pickering LK. 2004. Thimerosal-Containing Vaccines and Autistic Spectrum Disorder: A Critical Review of Published Original Data. Pediatrics. 114: 793-804.

Baca juga:

Vaksin MMR menyebabkan autis?

Vaksin yang masih mengandung thimerosal

18 Responses to “Thimerosal Dalam Vaksin Menyebabkan Autis?

  • walah dalah, vaksin apa lagi nih! Kok bisa menyebabkan autis. Klo baca artikel yang dikit ilmiah gini saya suka bingung. . . . .he he he. Trus hubungannya dengan email apa ya?

    afie: hubungannya: jgn percaya informasi di email spt itu

  • Untung aq gak autis…slmt pagi…gt aja ya

    afie: slmt pagi juga..

  • mamahnya nikeisha
    9 years ago

    thank you ya dok…
    Jadi cuma vaksin influenza ya yg masih pake thimerosal?
    Taunya gimana ya dok vaksin itu mengandung thimerosal atau nggak? Apa perlu nanya ke dokter-nya?
    Sebenernya apa aja sih yg bisa menyebabkan anak jd autis?

    afie: utk pertanyaan pertama & kedua silakan lihat di sini. Utk pertanyaan ketiga, saya tidak bisa menjawab, krn penyebab autis sptnya multifaktorial dan belum jelas.

  • wah, jadi ngerti soal vaksin nih. nanti aku ceritakan pada saudaraku yg punya anak kecil deh. tks ya, dok.
    btw, met tahun baru (telat nih, soalnya kemarin pergi mulu).

    afie: wah asyiknya bisa dolan2…

  • Kudu hati-hati … mogaan para dokter memprepentif rakyat yang tidak terlalu paham soal vaksin

    afie: betul pak

  • wew mengerikan tuh… mending pake yang alami ajah obat2 annya

    afie: alami malah belum tentu aman

  • hemmm. untung yah ga ada hubungan antara autis ma vaksin thimerosal. thanks infonya

    afie: blm atau tidak ada bukti

  • walah…terlalu banyak teori ilmiah ki malah mbikin hidup jadi nggak tentram je….

    afie: hehehe…

  • Iya, saya juga menerima email ini di tahun 2004. Menurut saya. kalau merkucy memang punya potesnsi merusak syaraf, pengguaannya lebih baik ditiadakan. Masalahnya ada yg syarafnya kuat ada yang lemah.
    Syukurlah sekarang sudah ditiadakan. Jadi orang gak khawatir lagi.
    Untuk selanjutnya, hal-hal seperti ini memang perlu dipublikasikan, sehingga masyarakat mengetahuinya.

    Tks mas infonya, sangat bermanfaat.

    afie: efek samping baru muncul kalo dosisnya sudah melewati dosis minimal untuk menyebabkan efek samping Mas Erik, dan di vaksin dosisnya terlalu kecil untuk menyebabkan efek samping

  • klo mmg terbukti, apa kira2 sblm “launching” g ada “test drive” dulu dokk?

    afie: semua obat/vaksin/alat diagnostik yg diaplikasikan ke manusia selalu melalui berbagai macam uji…

  • Anakku yg ke4 lg demam. Sebulan yg lalu br diimunisasi Hib. Sdh lama saya ingin cari info ttg vaksin Hib tp br sempat skrg. Sblm baca artikel ini, saya baca tulisan vaksin penyebab autis. Sempat ragu utk melanjutkan imunisasi ini tp skrg jd agak lega. Thx info nya.

    afie: semoga tidak bimbang lagi utk vaksinasi…

  • Thanks atas infonya Dok. Anak saya umur 5 1/2 bln, br jumat kmr divaksin HIB 1, nah hr minggu tiba2 badannya demam, saya jadi panik, tambah panik lagi ketika baca info2 diinternet yg menyeramkan tentang vaksin HIB, tp dengan adanya informasi dr Dokter, saya jadi tenang, makasih sekali lg ya Dok.

    afie: senang bisa membantu, Ibu. Jangan kapok berkunjung kemari ya..

  • salam silaturrahim

    afie: salam

  • saya tadi baru dpt email tersebut dari seorang teman, saya sempat shock dan kuatir, karna saya mempunya bayi umur 9 bulan, yang masih menjalani vaksinasi. lalu saya coba cari tahu apa siy itu Thimerosal, dan akhirnya saya menemukan website ini. terima kasih dokter, sekarang saya bisa bernafas lega. tapi sangat disayangkan saya sudah mem-forward email tersebut kepada teman2 yang mempunyai bayi.
    salam terima kasih.:-)

  • Bunda Rayya
    9 years ago

    saya memang sedang mencari infor tentang Hib, karena bulan depan Rayya mau dapet vaksin itu,sekarang saya jadi gak ragu lagi deh untuk tetap meneruskan pemberian vaksin ini ke Rayya…., terima kasih atas penjelasannya ya,

  • Asih Wulandari
    9 years ago

    Saat ini babyku 9 bln demam naik turun and panas smp 39 mulai dr sabtu lalu smp hari ini (Kamis, 12 Mar 09). Memang gigi atasnya 2 buah mulai tumbuh.

    Tapi saat cek ke dokter di bilang radang tenggorokan, setelah 3 malam 4 hari blum turun-2x juga akhirnya test dara, Alhamdulillah trombositnya bagus + darah rutin yg lain bagus.

    Yg saya bingung koq demamnya naik saat malam hari & turun saat menjelang pagi ya? so,.. sakit apakah anakku? Apa krn giginya mau tumbuh itu? Tp klo gak dibawa ke dokter takutnya ada penyakit lain yg mendompleng.

    Ditambah sekarang muncul batuk & pileknya…

    Sudah berusaha di hindarkan dari Antibiotik eh jadi minum juga deh antibiotiknya (Amoxsan 125mg) + Sanmol (penurun panas)…Gak dikasih obat batuk pilek, menurut DSAnya sudah ada di antibiotiknya….

    Please need solution ya…

    Ummu ‘Abdul ‘Azhim

  • kita harus selektif dg semua hal yg akan masuk ke tubuh anak kita… mengutip kata pak Harry di salah satu komentarnya pada suatu blog, Pada kasus di Inggris, ada peningkatan penderita autis 10 kali lipat setelah diperkenalkannya imunisasi MMR. hehehe… jadi, klo kta mau memvaksin anak kita, konsultasikan dulu dg dokter ttg kondisi dan latar belakang keturunan ada yg autis tdk, atau apakah dia alergi pada obat atau tdk, atau mempunyai penyakit yg menurunkan kekebalan. minta saja vaksin yg yg bebas thimerosal, tapi harganya katanya sedikit mahal… tapi yg penting aman dipakai…

  • Tulisan diatas dikatakan saat ini, sdh tidak ada imunisasi Hib yang mengandung, thimerosal, tetapi setahu saya, imunisasi tetrac Hib Diluent masih mengandung thimerosal lho, saya pernah cek kandungannya waktu anak saya mau diimunisasi di DSA, di dos nya tertera mengandung thimerosal.
    Sebaiknya bgm dok?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar