Gempa di Manokwari Irian Jaya Indonesia
Pada hari Minggu (4/1/2009) pukul 2.43 WIB terjadi gempa di Manokwari, Papua Barat, Indonesia. Lokasi gempa di 0.42 LS-132.93 BT, sekitar 135 km Barat Laut Manokwari, Irian Barat, dengan kedalaman 10 km. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) diperkirakan kekuatannya 7,2 SR. Setelah itu terjadi gempa susulan kedua di Nusa Tenggara Timur (NTT) pukul 03:20:38 WIB, berkekuatan 5,6 SR. Pusat gempa susulan kedua ini berada di koordinat 8.26 LS - 119.54 BT dengan kedalaman gempa 125 KM. Getaran gempa sangat dirasakan oleh warga Labuhanbajo. Getaran gempa juga terasa hingga Ruteng, Sumbawa Besar, dan Waingapu, NTT.
Setelah gempa pukul 2 pagi tersebut, terjadi lagi gempa susulan di Papua Barat pada pukul 06.49 WIT atau 04.49 WIB. Gempa susulan ini berkekuatan 6.1 SR. Pusat gempa susulan ini sangat berdekatan dengan pusat gempa 7.2 SR sebelumnya. Gempa susulan ini berpusat di koordinat 0.34 LS - 133.02 BT. Pusat gempa berada di dalam laut dengan kedalaman 10 KM. Pusat gempa ini berada sekitar 129 km barat laut Manokwari atau 199 km timur laut Sorong. Getaran gempa susulan ini dirasakan cukup kuat oleh warga Manokwari. Karena itu, para warga Manokwari tetap memilih berada di luar rumah.
Saat tulisan ini ditulis, telah diketahui 4 korban tewas (termasuk seorang bocah yang tertimpa pagar rumahnya), 3 korban luka (karena meloncat dari lantai atas Swiss-BelHotel. Banyak pula bangunan yang roboh. Semoga korban yang jatuh tidak bertambah banyak dan saudara kita yang sedang tertimpa musibah diberikan kemudahan. Sampai detik ini TV Jepang masih menyiarkan berita tersebut, terutama berkaitan dengan ancaman tsunami akibat bencana tersebut (Meskipun telah diketahui tsunami akibat bencana tersebut tidak signifikan untuk Jepang (hanya berkisar 10-50 cm), tapi perhatian tetap diberikan secara serius).




Biasanya memang akan terjadi gempa susulan beberapa kali, karena bumi masih membentuk keseimbangan yg baru
Comment by Erik | January 4, 2009
Yah, semoga gak bertambah lagi korban nya yah……..
Comment by BlaGaBloGer | January 4, 2009
semoga tidak tambah korbannya lagi…
berhati2lah indonesia memang sarangnya patahan lempeng… (kata BMG)
Comment by ciwir | January 4, 2009
Udah cukup. Segitu aja korbannya. Jangan jatuh korban lagi deh…
Minggu yang kelabu buat sodara-sodara kita di Timur.
Comment by Brandal Surga | January 4, 2009
postingan kita sama mas, http://jawarie.multiply.com/journal/item/302/
semoga cepat terselesaikan dan dibantu korban-korbannya
Comment by Jawari | January 4, 2009
peringatan dini untuk masalah gempa harus terus ditingkatkan ya mas, terutama penambahan alat dan teknologinya.
Semoga tidak bertambah korban lagi
*linknya sudah saya taut.tq
Comment by mascayo | January 4, 2009
Waduh … alam nampaknya makin ganas aja. Mogaan tidak memakan korban.
Comment by Ersis Warmansyah Abbas | January 4, 2009
Saya baca di koran, alat peringatan dini tsunami yg dipasang di tengah laut masih juga ada yang dicolong orang… ya seperti itulah Indonesia
Comment by Triyan | January 4, 2009
efek kesejajaran jupiter ya pak???
semalem kan jupiter deket banget…
Comment by hasssan | January 4, 2009
Dari tahun ketahun bencana alam tak pernah surut.
Apakah ini indikator bahwa dunia sudah tua?
Comment by marsudiyanto | January 4, 2009
semoga aja tidak bertambah lagi korbannya, korban yang kehilangan sanak saudara ditabahkan dalam menjalani musibah ini dan mudah-mudahan aja yang meninggal dunia mendapat ridha alloh swt. dan ditempatkan di sisi-Nya amin.
Comment by ade | January 4, 2009
wah, semoga cepet beres dan sabar aja deh yg terkena musibah…
Comment by - s L i K e R s - | January 5, 2009
kita memang kudu waspada..karena kita hidup di daerah “retakan” aktif.
Comment by Nyante Aza Lae | January 5, 2009
moga dikasih kekuatan buat keluarga korban bencana ya..
aku berharap gak ada tsunami dech ,,kasian warga Manokwari..
Comment by hanna | January 5, 2009
Mari kita bantu para korban.
Comment by ressay | January 6, 2009
sempat merasakan, kebetulan waktu itu posisi rig tempat saya bekerja di teluk Bintuni, Papua Barat. jadi bergoyanglah rig karena gempa. untungnya tidak ada kerusakan. Alhamdulillah…
Comment by agung | January 7, 2009
Mas, gempa yang terjadi di NTT bukan gempa susulan dari gempa di Manorwari, karena ke-2 gempa tersebut berbeda lokasi, gempa di Manokwari terjadi patahan Sorong sedangkan gempa yang terjadi di NTT terjadi di subduksi lempeng Eurasia dengan lempeng Indo-Australia. jadi, menurut saya bukan BMG yang menyatakan bahwa gempa di NTT merupakan gempa susulan gempa di Manokwari. Tolong penulisan agar diperhatikan agar setiap orang yang membaca tidak menjadi salah arti.
Comment by chocho | January 7, 2009
Indonesia seharusnya kita harus bangkit,sebagai warga negara yang baik kita harus menjaga lingkungan.Jangan lah kita sering menebang-nebang pohon sembarangan itu bisa menyebabkan banjir terhadap lingkungan kita…!!!!
Comment by topik | January 8, 2009
mengapa tanda pengamat gempa harus dicuri padahal itu sangat penting utk mencegah jatuh korban yg terlalu banyak.itu tindakan yg bodoh
Comment by Joko | January 8, 2009
anakq autis, tp perasaan dl ga ada yg aneh, apa krn vaksin hepatitis y…. tp bukan ding, wong autisnya infantil kok.autis bukan akhir segalanya kok, malah pembuka dari smua kebahagiaan yg ada pd kami.tetep semangat y…….kita jd pandai bersyukur kan……mksh infonya.
Comment by bayu | January 15, 2009