Panjang Umur

Salah satu hal yang saya kagumi ketika pertama kali tiba di Jepang adalah mudahnya bertemu dengan mereka yang panjang umur. Betul sekali, di Jepang, usia harapan hidup sangatlah panjang. Sangat tidak sulit menemukan para lansia ini. Dan jangan salah, mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Saya sering sekali berjumpa dengan para lansia yang sedang berbelanja di mall, jalan-jalan, bekerja di ladang/sawah, dan naik sepeda!! Bayangkan kakek-kakek atau nenek-nenek dengan rambut putih semua, wajah sudah begitu keriputnya, tubuh sudah begitu bongkoknya, masih kuat menggenjot sepeda. Usianya berapa kakek? Berapa nenek? Dan jawab mereka, 90-an tahun… Wow…

Kalau ditanya apa resep panjang umurnya, pastilah jawabannya bermacam-macam. Ada yang katanya rajin minum susu, ada yang rajin minum sake, ada yang vegetarian, ada yang setiap hari makan pisang, ada yang minum air putih, ada yang minum teh hijau, … tapi mungkin penyebab mereka panjang umur adalah mereka memang masih ingin menikmati hidup. Dengan kata lain, mereka bener-bener mengisi waktu tua mereka dengan kesibukan. Mereka sering berkumpul bersama, tamasya bersama, dan tetap berusaha beraktivitas. Saya jadi ingat dengan simbah-simbah di desa (di Indonesia). Mereka yang panjang umurnya, biasanya mereka yang mempunyai aktivitas di usia tuanya, masih ingin menikmati hidup. Karena masih merasa dibutuhkan, tidak kesepian, banyak aktivitas, selalu bahagia, maka panjang umur…. Sedangkan para lansia di kota, banyak yang hanya berdiam diri di rumah, kesepian, lalu sakit-sakitan, dan …

Ohya, lansia yang saya ceritakan di atas adalah lansia Jepang di kota saya dan di desa-desa. Di kota besar mungkin harapan hidupnya tidak sepanjang mereka yang di kota kecil atau desa. Penyebabnya mungkin karena mereka tidak sebahagia lansia di desa. Yang tinggal di kota besar, banyak yang merasa kesepian. Terutama jika jauh dari keluarga dan tinggal sendirian. Tak jarang mereka melakukan tindakan kriminal ringan, seperti mengutil barang di toko, hanya agar ditangkap polisi. Dengan masuk penjara, selain dapat makan-minum gratis, mereka jadi punya teman, (… ada-ada saja…).

29 Responses to “Panjang Umur

  • panjang usia jika banyak utang gimana?

    .::he509x::.

    afie: hehe, ya jangan…

  • Hi friend… Nice post.. I have added you to my blog roll.. Hop you too will add me.. Visit my blog and post your comments.. take care!!!

    afie: thanks..

  • Saya sependapat mas, aktifitas mereka dihari tua menyebabkan tingkat kesehatan mereka lebih baik dari pada mereka yg dimasa tuanya kurang beraktifitas.

    afie: betul Mas Erik..

  • makanya aku pgnnya kalo pensiun nnt tinggal di desa… bertemen ma kerbau2… ikut bajak sawah… heheh sambil olahraga..dan pasti anti stressss

    afie: saya jg pengen punya rumah di desa..

  • seperti pakde saya, sampai hari ini setiap hari pergi ke ladang, mengurus ladang, mencari pakan sapi, memerah susu sapi dan banyak lainnya. Nah saya kalau pensiun nanti, lalu mau apa ya?

    afie: ya nge-blog no mas…

  • saya juga seneng kaluk bisa panjang umur…tapi suka takut bayangin entar tambah panjang umurnya tambah banyak dosanya…qiqiqi…makanya,sekarang lagi belajar ‘jadi orang baik’, biar dosa2nya nggak makin nambah…

    afie: iya, ya…

  • yang jelas mngkn karena mereka makmur2, mas.he2.

    afie: tdk semua makmur kok…

  • mungkin orang Jepang, lebih mensyukuri dalam hidupnya, makanya jadi panjang umur.

    afie: ya itu mungkin sekali…

  • di sini juga banyak tuh opa oma yang msh sehat dan sering ditemui jalan-jalan berdua 🙂

    afie: apakah mereka masih beraktivitas di hari tua?

  • wah, lansia di jepang sangar2 ya. 90 tahun meenn . gg bisa bayangin tuh , , ,

    apa mungkin karena dari kecil rajin olah raga ya?

    salam kenal.

    afie: mungkin juga ya?

  • kalau begitu kita mendingan tinggal di desa saja ya.

    afie: iya ya…

  • Di Jepang memang orangnya rata2 berumur panjang karna mereka itu rata2 vegetarian. Rekor manusia yang memiliki umur terpanjang kan orang Jepang (klo gak salah)…

    Berkunjung ke blogku ya…Jgn lupa komen balik..Thx

    afie: klo dibilang rata2 vegetarian kayaknya kurang tepat.. Yg bener, gemar makan ikan.

  • Wah kalau soal panjar umur mah di desa-desa pelosok negri juga masih banyak yang melebihi 100, sehat-sehat lagi….

    afie: sudah tak tulis di artikel kan mas…”simbah-simbah di desa..dst”.. Yg saya komentari di jepang itu “mudahnya nemu lansia sehat & energik”, bukan masalah ada atau tidak adanya…

  • makan pisang tiap hari? waduh, kok kayak…. (gak berani ngomong deh).
    tapi terlalu panjang umur repot juga ya….

    yg wajar aja deh. Kalo saya sih maunya jangan sampai usia 90. Ha ha ha…. Soalnya, gak mau punya tubuh bongkok.

    afie: yg tidak bongkok banyak kok… Yg bongkok yg kebetulan saya tanya pas naik sepeda…

  • Tak menjadi masalah berapapun usia dan lamanya kita menajalani kehidupan ini selama kita menjalaninya dengan penuh manfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

    afie: betul sekali…sangat setuju..

  • klo di indo sih, biasa nya umur > 60 dah persiapan , banyak2 ibadah, perbanyak amal dll untuk bekal di akhirat ntar ya.. 🙂

    afie: itulah…90 tahun naik sepeda…dan tidak hanya satu dua tapi banyak…layak dikomentari kan?

  • oow…di yogya juga kek jepang tuh,..banyak para manula masih sehat dan eksis

    afie: itulah kenapa saya juga pengen tinggal di Yogya…hehe

  • Bagus. Lansia yang berguna. Jepang.

  • Selain faktor langsung yang memengaruhi usia harapan hidup di Jepang (kesehatan, makanan dan minuman, aktivitas, dll) ada faktor tidak langsung, misalnya perilaku orang-orang lain di masyarakat. Perilaku tertib, disiplin, menghargai orang lain, visi terhadap kehidupan juga berpengaruh thd usia harapan hidup. Di Indonesia, faktor tidak langsung itu memperkecil usia harapan hidup, misalnya tidak tertib (ceroboh) telah menelan 10 ribu nyawa setiap tahun; ketidakdisiplinan juga telah menelan banyak nyawa, visi terhadap kehidupan yang kurang menghargai nyawa telah menelan puluhan ribu nyawa setiap tahun, contohnya orang begitu mudah melukai, membunuh hanya karena emosi. Dan, masih banyak lagi. Usia harapan hidup yang saya maksud adalah rata2 nasional. Bagaimana secara individual? Mungkin kultur tertentu kita juga turut menyumbang tragedi kehidupan…

  • makanan yang dimakan sehari2 juga pengaruh tidak ya?
    lucu juga ya, ada yang sengaja buat onar biar dirawat oleh pemerintah? hayo siapa mau?

    afie: banyak kok, nanti pasti saya tulis tentang hal ini

  • apa karena konsumsi makanan yg banyak laut, usia org Jpg spt itu?
    ato banyak sayuran hijau?

    afie: yg jelas pola makan mereka memang bagus (gizi seimbang)..

  • yg pasti pola makan dan gaya hidup sehat akan memperpanjang umur..
    so.. knp tdk sedari skrg qt mengatur pola hidup sehat kl pingin panjang umur ky mereka… yach ngk dik Afie…?

    afie: yg sulit kan prakteknya, mbak…hehe

  • Saya kira ini juga berkaitan erat dengan aktivitas mereka pada usia muda sehingga pada hari tuanya tidak digerogoti oleh fisik yang menurun.

    afie: banyak faktor…:)

  • Sering tamasya bareng..
    Silaturahmi bikin panjang umur..

    afie: sepakat mas…btw kapan tamasya bareng? ditraktir nih? hehe..

  • bahagia itu pilihan.

    Silaturahim, salah satu resep memperpanjang umum.

    afie: dan bahagia itu dibuat, tidak dicari…

  • dan semua orang pasti ingin panjang umur

    afie: hidup bahagia trus mati masuk surga..

  • does it mean.. “orang yang kesepian tuh berumur pendek??”

    T_____T

    Smoga tidak.. hehehe..

    afie: kayaknya iya…

  • awet muda, panjang usia, awet beribadah, panjang amalnya. gitu mas afie, akuurrr…:)

    afie: betul sekali…hidup hanya sejenak…

  • panjang umur banyak amalnya, itu baru berkah…
    lha klo pjg umur bnyk dosa, bkin repot y???

    afie: setuju…mari kita perbanyak amal…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar