Virus Tidak Ada Obatnya?

Kalimat ini sangat sering saya dengar atau saya baca di milis-milis. Begitu ada kata “virus” pasti dilanjutkan dengan “tidak ada obatnya”. Kalimat “virus tidak ada obatnya” ini secara ilmiah kurang tepat. Yang lebih tepat adalah “tidak semua virus ada obat antivirus-nya”.

Sebelumnya, apakah virus itu? Virus adalah agen infeksius. Yang diinfeksi adalah sel yang mampu dikenali oleh virus tersebut dan mampu menyokong perbanyakan virus tersebut. Untuk dapat memperbanyak diri, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Yang pertama adalah pelekatan virus dengan sel yang akan diinfeksi. Hanya sel yang mempunyai reseptor yang cocok dengan virus tersebut yang mampu diinfeksi. Setelah melekat, maka virus akan masuk ke dalam sel. Setelah masuk, virus tersebut akan mengeluarkan genom (DNA/RNA), lalu terjadi perbanyakan genom virus dan juga sintesis protein-protein tertentu yang dibutuhkan oleh virus tersebut untuk memperbanyak diri. Setelah itu, dibentuk virus-virus baru, dan tahap terakhir adalah pelepasan virus baru dari sel yang terinfeksi tersebut.

Lalu apa yang dimaksud obat antivirus? Antivirus adalah obat yang menghambat satu atau lebih langkah perbanyakan virus di atas. Di sini, kita tidak menggunakan kalimat “obat untuk membunuh virus”. Virus masih belum bisa digolongkan ke dalam kelompok mahkluk hidup. Ada yang berpendapat virus adalah sesuatu yang setengah hidup setengah mati, di perbatasan antara mahkluk hidup dan mati. Di sinilah letak kesalahpahaman mulai muncul. Obat untuk membunuh virus memang tidak ada (karena bagaimana mau dibunuh wong dia hidup saja enggak), tapi itu bukan berarti obat antivirus tidak ada.

Untuk beberapa virus sudah ada obat antivirusnya. Yang paling terkenal adalah asiklovir dan turunannya untuk menghambat replikasi virus herpes. Virus Influenza dan HIV pun sudah ada antivirusnya. Untuk beberapa virus, seperti HIV misalnya, obat antivirusnya mampu menghambat perbanyakan virus tersebut tapi tidak mampu menghilangkan virus tersebut dari tubuh (akan dibahas di artikel selanjutnya, InsyaAllah).

Problem utama dalam proses produksi antivirus adalah ketika kita ingin membuat antivirus, kita harus terlebih dahulu mengetahui strategi replikasi virus tersebut. Padahal untuk mengetahui strategi perbanyakan suatu virus dibutuhkan sekian banyak penelitian. Setelah mengetahui strateginya, barulah ditentukan di tahap yang manakah akan diblok/dihambat. Setelah itu dicari cara untuk menghambat tersebut, dan setelah ketemu caranya, masih harus dilanjutkan dengan uji klinis bertingkat sebelum sampai ke tangan pasien. Oleh karena itu, biasanya peneliti atau perusahaan farmasi lebih banyak tertarik dengan pengembangan vaksin daripada pengembangan obat antivirus. Meskipun begitu, untuk beberapa virus tertentu, membuat vaksinnya juga tidak mudah (akan dibahas pula di tulisan yang akan datang, InsyaAllah).

40 Responses to “Virus Tidak Ada Obatnya?

  • ah, salah kaprah terjadi dimana2

    afie: betul sekali..

  • mirip dengan virus komputer ya pak dokter ?

    afie: katanya, kata virus utk virus komputer ngambil dari kata virus yang agen infeksius ini…

  • wah mencerahkan banget neh artikelnya kang dokter. tapi mahal ga antivirusnya kang….

    afie: tergantung antivirusnya..

  • pernah denger yg kaya gini, pertumbuhan perkembangan *kalo tumbuh berkembang-salah kaprahkah!?* virus dihambat dengan virus lain. ada ya dok!?

    afie: tumbuh berkembang tidak tepat untuk virus

  • tentang info obat alternatif yg bisa ngobatin HIV, berarti blom bisa di buktikan secara klinis dong dok! matur kasih,nais inpo dok

    afie: obat “alternatif”/”herbal”/”alami” dst biasanya tidak melewati uji ilmiah dan uji klinis, tapi hanya berdasarkan “kesaksian”. Bukti yang hanya berdasarkan pada kesaksian bobotnya sangat rendah…

  • Komentar saya yg kemarin langsung dibikin postingannya (terharu aku dok..). 😀 Saya katakan virus itu pinternya bukan main karena kemampuan mutasinya.Untuk influenza saja,ketika strain virus flu baru muncul,maka antibodi yg terbentuk karena infeksi virus flu strain yg lama tidak dapat memberikan perlindungan lg kpd infeksi strain baru.Jadi,vaksin flu pun harus diupdate tiap tahun untuk mengikuti perubahan strain dari virus flu.Mirip antivirus di komputer,yg mesti diupdate setiap waktu. 😀 Betul kan dok? 🙂

    afie: tidak semua virus mudah bermutasi. Virus influenza termasuk yang gampang bermutasi. Utk virus influenza, krn ada 16 subtipe hemaglutinin dan 9 neuraminidase, maka ada kemungkinan virus influenza terdiri dari 144 strain. Belum semuanya ada, dan dari yang sudah ada belum semua vaksinnya bisa lolos uji klinis. Sebelum melakukan vaksinasi di suatu daerah harus dilakukan penelitian dahulu, subtipe apa yang menjadi wabah di wilayah tersebut. Utk “update” per tahun biasanya utk booster, tidak utk mengikuti perubahan strain dari virus flu tsb. Klo tjd perubahan strain, vaksinnya juga harus ganti yang sesuai. Vaksin yang bersifat “satu vaksin utk semua strain” belum ada soalnya… Btw, kayaknya jadi punya ide nulis artikel lagi deh…hehe..thanks ya…

  • Selama ini yang saya dengar, kalau perlawanan terhadap vius itu akan lebih mudah jika kondisi/kekebalan tubuh pasien ditingkatkan. Seperti flu, maka dianjurkan istirahat yang cukup, untuk membentuk antibodi tubuh si pasien. Apa benar seperti itu Dok?
    Selama ini, kalau terkena flu, memang gak pernah minum obat. Saya memperbanyak istirahat dan melakukan olah nafas dan relaksasi pikiran.

    afie: tergantung virus dan kondisi pasiennya Mas Erik. Tidak semua virus bisa dilawan dengan kekebalan tubuh, dan tidak semua pasien mampu melawan virus tanpa bantuan obat antivirus.

  • Saya juga tertarik dengan pertanyaan mas Andri.

    Kalau saat mau membuat antivirusnya, perlu membuat strategi dengan mempelajari dahulu bagaimana virus itu mereplikasi dirinya, berarti mungkin juga akhirnya dia membuat pola baru untuk mereplikasikan diri.

    Jika memang demikian, mestinya memang ada update atau membuat antivirus dg varian varian baru, menyesuaikan dengan pola pola baru replikasinya.

    Bagaimana dengan yg ada di pelosok Indonesia? apakah cepat menerima update antivirusnya?

    afie: hm…yang jelas, sinetron-politik-lomba idol2 lebih cepat updatenya daripada urusan yang “gak penting” seperti vaksin ini…

  • doc, mana yang lebih cepat mengalami mutasi untuk membentuk resistensi terhadap anti-nya bakteri atau virus? Karena saya baca di CDC, sejak januari 2006 CDC hanya merekomendasikan antivirus golongan neuraminidase (oseltamivir dan zanamivir) untuk influenza. Sedangkan golongan amantanes (amantadine dan rimantadine) tidak direkomendasikan lagi karena sudah meningkat resistensinya

    afie: klo kita gampang main antibiotik, bakteri juga mudah terjadi resistensi. Utk influenza, bahkan yang sudah resisten neuraminidase sudah ada. Virus influenza memang mudah dan cepat bermutasi.

  • virusmu bukan untukku.
    agar virus tidak masuk tubuh kita bagaimana ya caranya..

    afie: hidup di ruangan dg standart Bio Savety Level 4… Ndak mungkin Mas kita menghindar dari virus. Kita setiap hari terpapar berbagai macam virus kok

  • tks tipsnya. btw, tips ini bisa dipake utk virus di kompi gak? he he he….canda aja lho.

    afie: hehe, silakan dicoba..

  • Hmm,kapan ya dirilis vaksin buat Malaria, DHF plus HIV. Bakalan useful banget tuw..

    afie: semua sedang dlm proses…

  • Jadi dok, kalo kena virus di kasih antivirus ya? bukan obat

    afie: antivirus itu obat…:)

  • berguna banget artikel2nya pak dokter….kalau sempat bahas juga tentang kesehatan para netter ya dok 😀 Saya pasang link sampean sekarang 🙂

    afie: terima kasih

  • Pantesan gara2 virus gak bisa dimatikan saya gampang banget kena flu.
    Oiya temen skantor saya suka ngotot kl pas saya bersin2 gt dibilang flu, padahal saya alergi debu. nah kl bersin2 gara2 alergi debu ini apakah bisa dikategorikan flu pak dokter?

    Asyik konsultasi gratis nih…
    eheheheh….

    afie: Beda kok, dan…makasih ngasih ide buat nulis lagi…hehe

  • jadi, mas afie, ada virus yg bs dihilangkan dengan antivirus, dan ada virus yang tak bisa dihilangkan tapi hnya bs dicegah menyebar? apakah seperti dlm antivirus komputer, antivirus ini juga harus “diupdate” ya? soalnya, kan virus jg terus “diupdate” kan?he2.

    afie: ada yang bisa dihilangkan sendiri dari tubuh, ada yang butuh bantuan antivirus, ada yang hanya bisa dicegah supaya tidak bereplikasi (tapi tidak bisa dihilangkan dari tubuh). Pada dasarnya semua obat2an selalu diupdate kok, karena penyebab penyakit juga mengalami update…

  • kalo lagu virusnya slank???

    afie: hehe…dulu saya suka sama slank…

  • wah membuat pencerahan baru nie… makasih tas infonya… mudahan tetap semangat berbagi yang terbaik

    afie: thanks…

  • wah pencerahan buat yang awam begini nih.
    btw, jadi HIV itu sudah ada antivirus nya yaa?
    gimana dengan bird flu? perkembangan terakhir mungkin?

    afie: tunggu tulisan yang akan datang…hehehe

  • Saya tidak peduli dengan virus bu dokter, saya hanya ingin menyapa sampean saja…. Haloooo…

    afie: makasih Mas, tapi nama memang menipu ya…hehehe….:p

  • Wah, virus cinta apalagi, deritanya sungguh tiada tara 🙁

    afie: klo saya sih lebih baik sakit hati karena virus cinta daripada sakit gigi…:p

  • waaah…aku jd inget itu virus flu yg menyerangku awal tahun ini.
    baru kali ini terserang flu yg begitu aneh. hidungku sama sekali gak beringus..tp dibilang flu…
    hehehe..jaman makin modern, virus pun ikut2an modern dan makin ganas aja.
    tp kebanyakan nyuntik2 vaksin itu bukannya bkn hormon jd kacaubalau yah??? bnyk tuh kejadian, suntik vaksin, jd bkn kegemukan..dan terus kegemukan seumur hidup.bener gak siy???

    afie: nggak bener…:)

  • mungkin maksudnya itu adalah bagian dari sebuah perbincangan pasien dengan dokter;

    Pasien: Penyebabnya apa, Dok?
    Dokter: Virus, tidak ada obatnya

    hee,hee mungkin yaa.. saya sendiri blum pernah jadi dokter atau pasien dalam posisi itu. btw, tulisannya informatif, senang kalau pelajaran SMA dulu kaya’ gini 😀

    afie: saya malah paling sering denger dari pasien, “virus ya, dok, berarti nggak ada obatnya, kan?”

  • Jadi bedanya vaksin dengan antivirus itu apa Dok?
    Hatur nuhun… 😛

    afie: hehe, trims buat ide untuk tulisan yang akan datang

  • Muantap

    afie: :p

  • bah..berarti laen kali..klo ketangkep 1 virus, harus di iket n digebukin aja dok..biar kawan2nya pada jera…hehehe

    afie: bisa aja 🙂

  • Acyclovir.. aku ingat obat ini waktu aku sakit cacar 😀

    afie: yg paling terkenal kayaknya

  • Virus setengah hidup, dan setengah mati…
    kaya lord voldemort aja… hehehehe,,

    Makasih atas infonya pak dokter… saya baru tau… hehehe…

    afie: virus tu penuh misteri kok

  • virus hnya bisa dikristalkan…
    virus tdk bisa mati..

    afie: bisa dibuat mati kok

  • sariRapet jadi tahu harus kemana mencari artikel kesehatan yg bermutu, trims!

  • aloooow mas,met kenal aja.. aku buka2 artikel tentang anti-HCV jadi kecemplung di sinih. masnya dokter yaa? kalo iya, aku mo tanya aja.. anti-HCV sebenernya ada obatnya ga siih? anti-HCV tuh virus, kan?

    cz taun lalu aku divonis dokter (stlh cek darah, tentunya),kalo aku kena hepatitis C.. aku udah coba nanya ke beberapa dokter,tp jawabannya ga ada yg memuaskan. ada yg 50% bisa sembuh. tp ada yg bilang, sebagian kecil bisa sembuh. tp mereka juga bilang kalo hepatitis C ga ada vaksinnya. bener ga tuuh,mas? thx b4 🙂

    afie: dirimu betul kena hepatitis C-kah? boleh aku minta darahnya? Terapi hepatitis C sebaiknya dilakukan setelah kita mengetahui strain virusnya…

  • kalo kata dokter di PMI UTDC semarang siih gitu,mas.
    aku udah tes yg ke-2 & masih divonis hepatitis C.

    boleh banget,mas. tapi caranya gimana???
    masalahnya kan aku stay di semarang 🙂

    owya.. aku pernah baca di beberapa artikel, katanya sari buah merah bisa buat mengobati hepatitis C,, benarkah??

    thx b4 😀

  • dok struktur smua virus itu sama tdk? Ap krna beda organ qt yg diserang jd beda penamaan virusnya? Kl propolis bagus gak dok? Soalnya aku buka di google ad byk bgt web dr sluruh dunia yg ngebhs propolis n ktnya bgus sbg anti virus, jamur, n bakteri, ktny multifungsi utk brbagai mcm pnykit yg dsbbkn virus, bktri, n jamur. Cr krjnya detoksifikasi. Mohon peneranganya .trims. Jazakallahu khairan katsira.

  • @Adi MS: Dari klaimnya sebagai obat segalanya gitu jelas too good to be true…*smile*.

  • bolehngeblog:Blog Ilmu Pengetahuan dan Bisnis
    8 years ago

    virus pasti ketemu koq obatnya..santai aja..oh ya kunjungi juga blog saya di BOLEHNGEBLOG ya..Trims

  • mm..betul sekali tuh, memang banyak orang yang gak ngerti soal virus ini huh..

  • setuju kalau virus tidak dapat dibunuh cuma bisa dihambat pertumbuhannya dan mengembalikan kekebalan tubuh secepat mungkin, saya rasa ga jauh2 dari virus komputer yaitu dengan antivirus mengkarantina virus sehingga tidak dapat berkembang.
    bedanya cuma
    virus manusia makanannya sel dan organ tubuh
    Virus Komputer makanannya System dan file
    denger-denger binatang Tokek dapat menghambat virus, apa bener Dok? saya denger harganya bisa ratusan juta kalau bisa posting artikelnya Dok, Ok saya tunggu Dok

    salam kenal

    Bali

  • betul…betul….betulll….

    Good posting!!!!

  • Berarti semua virus ada obatnya,,,Tambahin lagi mas artikelnya selanjutnya biar lebih jelas,,,
    makasih atas infonya???

Trackbacks & Pings

  • Membantah konspirasi ARV « ivandiryana :

    […] Problem utama dalam proses produksi antivirus adalah ketika kita ingin membuat antivirus, kita harus terlebih dahulu mengetahui strategi replikasi virus tersebut. Padahal untuk mengetahui strategi perbanyakan suatu virus dibutuhkan sekian banyak penelitian. Setelah mengetahui strateginya, barulah ditentukan di tahap yang manakah akan diblok/dihambat. Setelah itu dicari cara untuk menghambat tersebut, dan setelah ketemu caranya, masih harus dilanjutkan dengan uji klinis bertingkat sebelum sampai ke tangan pasien. Oleh karena itu, biasanya peneliti atau perusahaan farmasi lebih banyak tertarik dengan pengembangan vaksin daripada pengembangan obat antivirus. http://afie.staff.uns.ac.id/2009/01/16/virus-tidak-ada-obatnya/ […]

    6 years ago

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar