Perjalanan Penyakit Polio

Sekarang kita bahas perjalanan penyakit setelah terinfeksi virus polio. Virus polio hanya menyerang primata, termasuk manusia. Virus polio masuk melalui saluran cerna. Setelah masuk, virus akan bereplikasi (memperbanyak diri). Sampai saat ini belum diketahui secara pasti, tipe sel dan tempat spesifik yang digunakan virus ini untuk bereplikasi pertama kalinya. Hanya saja, virus ini dapat diisolasi dari jaringan limfe di saluran cerna, sehingga diduga tempat replikasi pertama virus tersebut adalah di jaringan limfe saluran cerna terutama “bercak Peyer” dan tonsil. Meskipun begitu, tidak jelas apakah virus polio memang bereplikasi di tempat tersebut atau “hanya terserap” oleh jaringan limfe setelah bereplikasi di sel epitel saluran cerna. Fase ini berlangsung 3-10 hari, dapat sampai 3 minggu. Virus polio pada fase ini dapat ditemukan di ludah dan feses, dan berperan dalam proses penularan.

Setelah memperbanyak diri di jaringan limfe saluran cerna, virus polio akan menyebar melalui darah (viremia) untuk menuju sistem retikuloendotelial lainnya, termasuk diantaranya nodus limfe, sunsum tulang, hati, dan limpa, dan mungkin ke tempat lainnya seperti jaringan lemak coklat dan otot.

Sebagian besar dari mereka yang terinfeksi virus polio tidak menunjukkan gejala apapun, atau menunjukkan gejala yang disebut poliomielitis abortif (ada yang menyebutnya fase klinis minor dari infeksi virus polio). Gejalanya mirip infeksi virus pada umumnya, yaitu demam, nyeri tenggorokan, gangguan saluran cerna (mual, muntah, rasa tidak enak di perut, konstipasi atau mungkin diare), dan atau gejala yang menyerupai influenza, ditandai dengan sakit kepala, mialgia (nyeri otot), dan badan terasa lemas. Sebagian besar dari mereka yang terinfeksi dapat mengatasi infeksi yang terjadi sebelum timbul viremia yang kedua.

Sekitar 5% dari mereka yang terinfeksi, setelah perbanyakan virus di sistem retikuloendotelial dan tempat lainnya, akan terjadi penyebaran virus di darah (viremia) yang kedua. Meskipun sistem saraf pusat (mungkin) dapat terserang ketika viremia pertama, namun mayoritas terjadi setelah viremia kedua (Di sini poin utama pentingnya vaksinasi polio. Penjelasan lebih detail di artikel yang akan datang). Infeksi virus polio pada sistem syaraf pusat dapat menyebabkan penyakit meningitis (radang selaput otak) aseptik (tidak disertai infeksi bakteri) non-paralitik atau dapat berupa poliomielitis paralitik (paralitik = kehilangan kemampuan untuk bergerak/lumpuh, sebagian atau total). Infeksi pada sistem syaraf pusat inilah yang ditakutkan pada infeksi virus polio.

Daftar pustaka:

Jesus NHD. 2007. Epidemics to eradication: the modern history of poliomyelitis. Virology Journal. 4:70 doi:10.1186/1743-422X-4-70.

Pallansch M and Roos R. 2007. Polioviruses, Coxsackieviruses, Echoviruses, and Newer Enteroviruses. In: Knipe, DM and Howley, PM (eds).  Fields Virology, 5th Edition. Lippincott Williams & Wilkins.

Racaniello VR. 2006. One hundred years of poliovirus pathogenesis. Virology 344: 9–16 .

Baca juga:

Sekilas tentang penyebab polio (virus polio)

Invasi virus polio pada sistem syaraf pusat

Sindroma paska polio

Cara penyebaran virus polio

Respon imun terhadap infeksi virus polio

22 Responses to “Perjalanan Penyakit Polio

  • wahhh
    ngeri memang polio itu

    afie: betul..

  • Di tempat saya ada yg bilang kalo anak sedang panas, jangan boleh disuntik ketika diperiksakan ke medis, katanya nanti kakinya akan kecil sebelah. Benar gak sih dok?

    afie: silakan dibaca lanjutan ceritanya…:)

  • nice post

    afie: thanks

  • wah…
    ditunggu kelanjutane…

    afie: sabar..

  • ngeri bener…
    virus memang benar2 ngeri…

    afie: manusia katanya lebih mengerikan…:p

  • wah…serem banget ya…

    afie: hm…padahal yg jauh lebih serem banyak..

  • kalo saia besok masuk jurusan biologi, blog ini sumber ilmu saia, thanks for share pak 😀

    afie: amin…. Btw nggak berminat masuk kedokteran?

  • Ditunggu kelanjutannya ya Dok….. 😛

    afie: sabar…

  • OOOOO… Jadi penyebab Polio itu Virus tho? bukan karena faktor genetik/keturunan? Wah.. bermanfaat banget nih artikelnya, ditunggu kelanjutannya ya Dok..

    afie: ok…

  • Mas, kalau di usia dewasa, seseorang baru menerima vaksinasi, apakah vaksinasi ini efektif? Ataukah harus pada pada periode usia tertentu?

    afie: utk vaksinasi polio ketika dewasa tidak lazim, sebab mayoritas sudah pernah terinfeksi waktu kecil..

  • habis makan malam enaknya ya ngebloGGGGGGG &
    numpan parkir, tapi gak bisa lama2x

    afie: selamat datang…

  • sungguh perjalanan yang panjang, dan amat menyeramkan sekali yah….kalo polio itu….

    afie:..padahal baru polio…

  • sungguh mengerikan, alhamdulillah saya dah di vaksinasi folio sama ortu saya waktu masih balita..

    afie: saya blm cerita virus yang mengerikan lho…

  • Hmm.. *terus menyimak dengan seksama*

    afie: serasa kuliah? :p

  • Jadi yang kena susunan saraf pusat ya dok?

    afie: maksudnya?

  • Kalo medulla spinalis itu termasuk susunan saraf pusat gak dok? Aku bener2 lupa je…Kelamaan di hutan. 😀

    afie: sudah terjawab kan 🙂

  • wah harus jaga kesehatan nie 😀
    wah staff uns nie 😀
    hebat donk 😀

    afie: hebat?

  • saya sangat tertarik mengenai perjalanan penyakit polio ini… Seperti diketahui polio mrp penyakit yang sangat ditakuti oleh masyarakat luas, khususnya masyarakat Indonesia. Saya minta sambungannya dong… kalo bisa sampe tuntas, g enak bacanya kalo d cut gitu… thanx

    afie: kata orang nulis di blog jangan panjang2…hehehe. Anyway, setiap penyakit yang disebabkan oleh virus akan dibahas di blog ini sampai tuntas kok

  • jadi makin tau nih ttg folio..makasih dok

  • Ternyata rumit juga prosesnya…
    panjang benerrrr….

    Ditunggu info yang lainnya yach MAS 😀

  • dok..saya menerima pinangan laki-laki yang terserang polio dan mudah-mudahan jaln bagi saya tuk meraih surga-NYA dengan kesabaran dan keikhlasan…amin ,minta semangatnya yaaaa

  • mirnawaty hadikum
    6 years ago

    waH……SEru BANgat…DAN BANYAk maNFATYA sETELAH baCA ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar