Afie’s

doctor-lecturer-virologist-microbiologist-molecular biology

Invasi Virus Polio pada Sistem Syaraf Pusat

Pada 5% mereka yang terinfeksi virus polio, akan mengalami viremia mayor. Viremia ini dikaitkan dengan apa yang disebut poliomielitis abortif. Dari mereka yang mengalami viremia mayor ini, ada yang kemudian menunjukkan gejala dan tanda invasi virus polio pada sistem syaraf pusat. Invasi virus polio pada syaraf pusat dapat menyebabkan meningitis aseptik non paralitik dan poliomielitis paralitik.

Meningitis aseptik non paralitik terjadi pada 1-2% infeksi virus polio, dan dikaitkan dengan panas tinggi (mungkin dengan faringitis), mialgia, anoreksia, mual, muntah, nyeri kepala, kaku pada leher, punggung, dan anggota gerak bawah. Pada pemeriksaan cairan serebrospinal dapat ditemukan peningkatan leukosit (10-200 sel/mm3) dan sedikit peningkatan protein (40-50 mg/dL).

Poliomielitis paralitik tidak disertai perubahan sensasi atau kognisi. Berdasarkan manifestasi spesifiknya, poliomielitis paralitik dapat dibagi menjadi poliomielitis spinal, poliomielitis bulbar, dan poliomielitis bulbospinal.

Faktor yang mempengaruhi terjadinya poliomielitis spinal belum diketahui secara pasti. Hanya saja, diduga aktivitas fisik dan injeksi intramuskular ketika fase klinis minor berperan penting (itulah kenapa, dahulu ketika angka kejadian infeksi polio masih tinggi, ada yang berpendapat bahwa anak panas tidak boleh disuntik, karena siapa tahu panasnya disebabkan oleh infeksi virus polio). Poliomielitis spinal diawali dengan mialgia (nyeri otot), spasme otot (kontraksi otot yang tidak sadar dan abnormal), kemudian diikuti dengan penurunan kekuatan otot asimetris, terutama anggota gerak bawah dan menjadi maksimal setelah 48 jam. Hal ini disebabkan destruksi sel saraf motorik (bagian tanduk depan sistem syaraf tulang belakang), yang diikuti dengan denervasi otot skeletal yang disarafinya.

Poliomielitis bulbar (bagian dari batang otak) biasanya hanya disertai gangguan minimal pada otot gerak bawah.  Biasanya terjadi pada anak, dan sering ditemukan pada mereka yang tonsil dan adenoidnya (=amandel) sudah diambil (itulah kenapa jika sedang terjadi wabah polio operasi pengambilan amandel sebaiknya ditunda). Poliomielitis bulbar mempunya angka kematian yang tinggi, karena gangguan vasomotor seperti hipertensi, hipotensi, kolaps sirkulasi (shock), disfungsi autonom, disfagia (kesulitan menelan), disfonia (kesulitan bersuara) dan kegagalan pernafasan.
Poliomielitis bulbospinal terjadi karena invasi virus polio pada batang otak dan sistem syaraf tulang belakang. Selain itu virus polio juga dapat menyebabkan ensefalitis (radang otak) akut.

Mekanisme virus polio menginfeksi sistem syaraf pusat masih belum diketahui secara pasti. Ada 3 hipotesis, yang pertama, virus polio menginfeksi sistem syaraf pusat melalui transport axon (sel syaraf panjang yang menghantarkan signal syaraf) dengan arah yang berlawanan (signal syaraf bergerak dari sistem syaraf pusat ke otot, virus bergerak dari otot ke sistem syaraf pusat). Hipotesis kedua adalah virus menembus sawar darah otak, independen dari keberadaan reseptor seluler untuk virus polio (CD155). Dan hipotesis ketiga, virus polio diimpor ke sistem syaraf pusat melalui sel makrofag (mekanisme kuda Trojan). Sampai saat ini, mayoritas bukti ilmiah mendukung hipotesis yang pertama.

Daftar pustaka:

Center for Disease Control and Prevention. 2006. Epidemiology and Prevention of Vaccine-Preventable Diseases 9th edition. Edited by: Atkinson W, Hamborsky J, McIntyre L, Wolfe S. Washington, DC. Public Health Foundation.

Howard RS. 2005. Poliomyelitis and the postpolio syndrome. BMJ. 330:1314-1318.

Jesus NHD. 2007. Epidemics to eradication: the modern history of poliomyelitis. Virology Journal. 4:70 doi:10.1186/1743-422X-4-70.

Pallansch M and Roos R. 2007. Polioviruses, Coxsackieviruses, Echoviruses, and Newer Enteroviruses. In: Knipe, DM and Howley, PM (eds).  Fields Virology, 5th Edition. Lippincott Williams & Wilkins.

Racaniello VR. 2006. One hundred years of poliovirus pathogenesis. Virology 344: 9–16 .

Baca juga:

Sekilas tentang penyebab polio (virus polio)

Perjalanan penyakit polio

Sindroma paska polio

Cara penyebaran virus polio

Respon imun terhadap infeksi virus polio

January 29th, 2009 Posted by afie at 02:16pm | Kesehatan, Virologi | 16 comments

16 Comments »

  1. artikelnya keren,…

    btw,..link dah tak pasang….silahkan di link back!!

    afie: terima kasih

    Comment by Brigadista | January 30, 2009

  2. bermanfaat sekali infonya, thanks dah sharing

    afie: thanks

    Comment by dede | January 30, 2009

  3. betul-betul mencerahkan banget

    afie: :)

    Comment by Pencerah | January 30, 2009

  4. info yang sangat bermanfaat basi yang awam mas

    afie: untuk mahasiswa kedokteran juga kok :)

    Comment by thevemo | January 30, 2009

  5. ralat pak…basi menjadi bagi

    Comment by thevemo | January 30, 2009

  6. wah.. bagus juga nih info!

    salam kenal aku nafis
    kunjungi blogku ya:
    http://nafisblog.wordpress.com

    afie: salam kenal balik

    Comment by nafis | February 1, 2009

  7. mantab nih mba..sy copy ya..

    afie: boleh di-copy tapi jangan lupa nulis sumbernya ya

    Comment by casual cutie | February 2, 2009

  8. lah ternyata polio bukan cuma soal kaki yang tak sempurna saja, ya pak dokter? pengetahuan awam saya soal kesehatan bener2 parah deh. he2.

    afie: itu wajar Mas, kalau njenengan tahu terlalu banyak nanti saya gak punya kerjaan…hehe…

    Comment by haris | February 2, 2009

  9. denger2 imunisasi polio itu HARAM ya pak?

    afie: hohoho….daku tidak berkompeten membahas halal haram…:)

    Comment by mashardi | February 2, 2009

  10. pak kalo polio tulang itu kyk gimana ya??? apa sama dgn TBC tulang???

    afie: polio tulang?

    Comment by Lyla | February 2, 2009

  11. ternyata….

    Comment by ciwir | February 5, 2009

  12. untung dulu gak milih kedokteran..bahasa medis n anatominya ribet euyy

    afie: yang ini saya akui..

    Comment by Nyante Aza Lae | February 6, 2009

  13. memang yang namanya invasi dmn2 terkesan ’serem’ ya dokt ..

    invasi virus ke tubuh, invasi AS ke iraq, invasi AS ke afghan, invasi IL ke Palestina…


    String virus = "AS, IL";
    String world;

    if (virus == goneForever){
    System.out.println("World = beBetter");
    }
    else {
    System.out.println("World = getWorst");
    }

    So, Virus = AS = IL ya dokt? :D

    btw, request ttg Hepatitis dong dokt. Symptoms, varian dan dampaknya.
    Kyknya seru ni… :-)

    salam kenal :)

    afie: virus penyebab hepatitis itu salah satu topik favorit saya. Rencananya mau saya tulis dalam bentuk buku…:)

    Comment by tyo | February 6, 2009

  14. makanya amannya di vaksin ya dokter! tul ngga?

    afie: tujuan dongeng panjang tentang polio ini nantinya memang mau ngomong vaksinasi polio itu penting

    Comment by sariRapet | February 6, 2009

  15. baru tahu alasannya kenapa kalau panas nggak boleh disuntik

    Comment by endar | February 8, 2009

  16. numpang terkenal ya dok

    Comment by tukang | February 8, 2009

Leave a comment

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image