Cara Penyebaran Virus Polio

Virus Polio ditularkan terutama dari manusia ke manusia, terutama pada fase akut, bersamaan dengan tingginya titer virus polio di faring dan feses. Virus polio diduga dapat menyebar melalui saluran pernafasan karena sekresi pernafasan merupakan material yang terbukti infeksius untuk virus entero lainnya. Meskipun begitu, jalur pernafasan belum terbukti menjadi jalur penularan untuk virus polio. Transmisi oral biasanya mempunyai peranan yang dominan pada penyebaran virus polio di negara berkembang, sedangkan penularan secara fekal-oral paling banyak terjadi di daerah miskin. Makanan dan minuman dapat terkontaminasi melalui lalat atau karena higienis yang rendah. Sumber penularan lain yang mungkin berperan adalah tanah dan air yang terkontaminasi material feses, persawahan yang diberi pupuk feses manusia, dan irigasi yang dengan air yang telah terkontaminasi virus polio.

Penularan virus polio terutama melalui jalur fekal-oral dan membutuhkan kontak yang erat. Prevalensi infeksi tertinggi terjadi pada mereka yang tinggal serumah dengan penderita. Biasanya bila salah satu anggota keluarga terinfeksi, maka yang lain juga terinfeksi. Kontaminasi tinja pada jari tangan, alat tulis, mainan anak, makanan dan minuman, merupakan sumber utama infeksi.

Faktor yang mempengaruhi penyebaran virus adalah kepadatan penduduk, tingkat higienis, kualitas air, dan fasilitas pengolahan limbah. Di area dengan sanitasi yang bagus dan air minum yang tidak terkontaminasi, rute transmisi lainnya mungkin penting. Bahan yang dianggap infeksius untuk virus polio adalah feses dan sekresi pernafasan dari pasien yang terinfeksi virus polio atau yang menerima OPV (Oral Poliovirus Vaccine) dan produk laboratorium yang digunakan untuk percobaan dengan menggunakan virus polio. Bahan yang dianggap berpotensi infeksius adalah feses dan sekresi faring yang dikumpulkan untuk tujuan apapun dari daerah yang masih terdapat virus polio liar. Darah, serum dan cairan serebrospinal tidak diklasifikasikan infeksius untuk virus polio.

Globalisasi telah membuat pengendalian penyebaran virus menjadi lebih sukar. Mobilitas penduduk negara endemis ke berbagai negara membuat virus dengan cepat menyebar. Ketika terjadi wabah polio tahun 2005 di Sukabumi lalu virus polionya adalah virus yang berasal dari Afrika barat. Belum dapat dipastikan bagaimana virus yang jauh dari Afrika itu bisa sampai ke Sukabumi. Salah satu perkiraannya adalah virus masuk dari Jakarta melalui perjalanan darat. Perkiraan lain adalah melalui penduduk yang menjadi jemaah haji, bisa juga dari tenaga kerja Indonesia di Timur Tengah.

Daftar pustaka:

Dowdle W, van der Avoort H, de Gourville E, Delpeyroux F, Desphande J, Hovi T, Martin J, Pallansch, Kew O, Wolff C. 2006. Containment of poliovirus after eradication and OPV cessation: characterizing risks to improve management. Risk Analysis. 26:1449-1469.

Pallansch M and Roos R. 2007. Polioviruses, Coxsackieviruses, Echoviruses, and Newer Enteroviruses. In: Knipe, DM and Howley, PM (eds).  Fields Virology, 5th Edition. Lippincott Williams & Wilkins.

Baca juga:

Sekilas tentang penyebab polio (virus polio)

Perjalanan penyakit polio

Invasi virus polio pada sistem syaraf pusat

Sindroma paska polio

Respon imun terhadap infeksi virus polio

27 Responses to “Cara Penyebaran Virus Polio

  • halo, mau kasih tahu nih saya pindah rumah ya.

  • Ouwwww.. ternyata gitu toww…
    Baru tau nieh 🙂

    thanks infonya ya MAS 😀

  • Iya saya juga sempat heran saat wabah polio di Sukabumi.

    Padahal sudah lama gak dengar yg namanya wabah polio.

  • wah ternyata virus perpindahannya bisa amat jauh ya? kira2, apa tujuan hidup dari virus, pak dokter? 🙂

    afie: tujuan hidup dari virus adalah agar manusia dapat mempelajari sel. Ini serius lho! Mempelajari virus sama dengan mempelajari apa yang terjadi di dalam sel. Semakin dipelajari semakin kita tahu betapa rumit dan terorganisirnya sel itu. Bagi saya, makin menyadarkan bahwa Tuhan itu Maha Segalanya, dan kita sungguh tidak ada apa-apanya.

  • Makanan dan minuman dapat terkontaminasi melalui lalat atau karena higienis yang rendah, sariRapet baru tau kalo penularannya bisa melalui makanan dan minuman!

  • selamat malam kang, makasih dah mampir di tempat saya, oh iya kang wah informasi pendidikan kesehatannya sungguh ruuuuuuarrrr…..biasa, kang linknya sudah aku masukan di blog aku, aku tunggu link baliknya yah kang……..keep moving and blogging

  • by the way, LINK blog anda sudah terpasang afie, cek kata kata *afie’s* link back please, thanks! keep writing! lov your writing here!

  • apakah virus polio juga bisa menyerang orang dewasa dok?
    terimakasih

    🙂

    afie: bisa, tapi rata2 orang dewasa sudah kebal

  • intinya hanya satu….hati-hatiiii

  • mungkin dulu gak ikut Pekan Imunisasi Nasional (vaksinasi), Mungkin..lho dok!
    “Poliovirus adalah virus RNA kecil yang terdiri atas tiga strain berbeda dan amat menular. Virus akan menyerang sistem saraf dan kelumpuhan dapat terjadi dalam hitungan jam. Polio menyerang tanpa mengenal usia, lima puluh persen kasus terjadi pada anak berusia antara 3 hingga 5 tahun. Masa inkubasi polio dari gejala pertama berkisar dari 3 hingga 35 hari” source:wikipedia.
    Nais Info dok.Thx’s

    afie: wikipedia ya….

  • oh iya ya tahun 2005 pernah ada wabah polio. untung anakku sudah diimunisasi polio

  • ga ada cara buat mencegah virus masuk ke dalam sel tubuh ya pak dokter???

    afie: mencegah virus masuk tubuh tidak bisa, mencegah virus masuk sel bisa

  • imunisasi…
    orang dewasa bisa kena juga ya pak dokter?

  • Thanx infonya ya…!

  • oooowwww baru tau saya… thanks infonya pak 🙂

  • terimakasih infonya pak..

  • wah, infonya berguna banget pak.
    btw, mau mengabari. saya sudah pindah rumah ya. link di blog lama dihapus saja. diganti dg link blog baru. tks ya…

  • selalu saja menyajikan informasi yang bermanfaat bagi umat manusia…sip deh..semangat!!!

  • Posting berikutnya mesti membahas tentang terapi polio. 🙂 Ditunggu lho ya. 😀 Seumur2 aku belum nemuin yg namanya sakit polio.

    afie: hahahaha….pinter banget nebaknya

  • pakdhe…….. nice post……..
    infonya sangat bermanfaat,
    kapan balik solo?

    afie: akhir maret, InsyaAllah…

  • kirain penyebaran film poxxx he3

  • Menarik sekali P. Afie, ada hibah di DP2M tentang penanggulangan wabah penyakit. Mungkin bisa diproposalkan.
    Kalo sy melihatnya dari model penyebarannya (mungkin ada yg punya data tentang penyebaran di Sukabumi…???) dengan model Mathematics SIR.

    Thanks, salam kenal dan selamat berkarya

  • wah..banyak juga modusnya yah dok, smkek modus blogger nembak keyword?

  • afie: tujuan hidup dari virus adalah agar manusia dapat mempelajari sel. Ini serius lho! Mempelajari virus sama dengan mempelajari apa yang terjadi di dalam sel. Semakin dipelajari semakin kita tahu betapa rumit dan terorganisirnya sel itu. Bagi saya, makin menyadarkan bahwa Tuhan itu Maha Segalanya, dan kita sungguh tidak ada apa-apanya.

    mas afie, rumusan “tujuan hidup virus” yang anda sampaikan itu kan sangat “manusia sentris”. apakah emang semua makhluk hidup itu harus dilihat selalu dari kepentingan manusia? bisakah kita memandangnya dari sisi lain? dari sisi alam yang bergerakdg hukum2nya, misalnya.

    afie: dari sisi virus, mereka hadir untuk mencoba menggantikan dominasi manusia di muka bumi ini. Ini juga jawaban serius…

  • polio……
    aq takut ama penyakit ini..
    tapi knapa yah masih banyak ibu2 yang kagak mau membawa anak mereka keposyandu….???

    afie: tulisan2 di sini tujuannya untuk mengajak ibu2 memvaksinasi anak mereka

  • Very interesting article, i have bookmarked your blog for future referrence

  • salam kenal dok….
    mo tanya sedikit soal polio, adik sy menjalin hub dgn penderita polio yg ingin sy tnayakan jika nti menikah apakah adik saya akan tertular dan bgimana nasib anak2nya klo nti punya anak, apakah akan terinfeksi lsg ?

    polio tidak menular melalui hubungan seksual. Jadi silakan menikah. Lagipula, yang dialami kekasih adik Ibu adalah AKIBAT infeksi polio waktu masih anak-anak, bukan berarti dia masih terinfeksi virus polio. Yang penting, kalau nanti punya anak, jangan lupa divaksin polio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar