Respon Imun Terhadap Infeksi Virus Polio

Respon imun/kekebalan alami memegang peranan penting dalam penentuan trofisme jaringan dan patogenitas virus polio. Pada tikus transgenik CD155, jaringan non syaraf yang tidak menjadi target replikasi untuk virus polio menunjukkan peningkatan aktivitas gen yang distimulasi oleh interferon dan respon interferonnya lebih cepat dibandingkan jaringan syaraf. Hal ini menimbulkan dugaan adanya peran penting interferon dalam melindungi jaringan non syaraf tersebut. Ketika tikus transgenik CD155 tersebut di-knock out interferon alfa-beta-nya, titer virus polio di jaringan non syaraf meningkat dan terjadi peningkatan frekuensi paralisis dibandingkan dengan tikus transgenik CD155 liar (namun mekanismenya belum jelas, tertarik meneliti?).

Respon sistem kekebalan humoral berperan penting dalam perlindungan dan kekebalan jangka panjang.
Antibodi yang dihasilkan setelah infeksi polio virus liar, atau setelah vaksinasi dengan vaksin polio oral (OPV/oral poliovirus vaccine. Ada yang menyebutnya vaksin polio “hidup”) atau IPV (inactivated polio vaccine, atau ada yang menyebutnya vaksin polio “mati”) dapat mencegah terjadinya poliomielitis karena mencegah terjadinya viremia, sehingga mencegah infeksi pada sistem syaraf pusat. Dibandingkan IPV, infeksi virus polio liar atau vaksin polio oral akan menghasilkan produksi IgG sirkulasi yang lebih banyak dan juga sekresi IgA di usus halus. Akibatnya dosis yang dibutuhkan oleh virus polio untuk melakukan re-infeksi akan mengalami peningkatan. Selain itu, jika terjadi re-infeksi, jumlah dan durasi pengeluaran virus polio di tinja akan menurun. Jumlah dan durasi pengeluaran virus polio di tinja ini berperan besar dalam proses penyebaran virus polio. Makin banyak dan makin lama virus polio dikeluarkan via tinja oleh si penderita, maka resiko penyebarannya akan semakin besar.

Selain respon sistem kekebalan humoral, sistem kekebalan seluler mungkin juga berperan besar dalam menghadapi infeksi virus polio. Secara teoritik, sel T CD4+ membantu sel B dalam respon kekebalan humoral. Sel T sitolitik mungkin mempunyai peranan dalam proses pembersihan virus secara langsung dengan cara melisiskan sel yang terinfeksi virus. Sel T gamma atau delta dan sel NK (yang merupakan bagian dari respon kekebalan alami) mungkin berperan dalam respon kekebalan adaptif sel T. Meskipun begitu, bagaimana sebenarnya mekanisme sistem kekebalan seluler dalam menghadapi infeksi virus polio masih belum jelas (tertarik meneliti?).

Daftar pustaka:

Dowdle W, van der Avoort H, de Gourville E, Delpeyroux F, Desphande J, Hovi T, Martin J, Pallansch, Kew O, Wolff C. 2006. Containment of poliovirus after eradication and OPV cessation: characterizing risks to improve management. Risk Analysis. 26:1449-1469.

Pallansch M and Roos R. 2007. Polioviruses, Coxsackieviruses, Echoviruses, and Newer Enteroviruses. In: Knipe, DM and Howley, PM (eds).  Fields Virology, 5th Edition. Lippincott Williams & Wilkins.

Baca juga:

Sekilas tentang penyebab polio (virus polio)

Perjalanan penyakit polio

Invasi virus polio pada sistem syaraf pusat

Sindroma paska polio

Cara penyebaran virus polio

11 Responses to “Respon Imun Terhadap Infeksi Virus Polio

  • pertama :mrgreen:

    wah.. bagus buat tesis biologi di sekolah nih! 😛

  • Wah,bahasanya dok..Kayak bahasa planet.Ada interperon,trangenik,imunoglobulin..wo o o..Kasihan orang yg dangkal ilmunya kayak aku.Jd bingung maw komentar apa. 😀 BTW,ngasih imunisasi polio tuh jd favoritku kalo pas turun di posyandu lho dok. 🙂

    afie: TS, dr Andri, serius-kah komen-mu? Di serial polio memang tidak semuanya untuk awam, ada yang buat mhsw FK/sesama dokter (buat inget2). Di tulisan ini paragraf pertama dan ketiga untuk mhsw FK/dokter. Terutama aku pengen menunjukkan arah penelitian di bidang polio (selain masalah strategi replikasi virus polio yang njlimet itu. Yang ini tidak akan kutulis di blog karena hanya mereka yang sehari-hari bergaul dengan biomol yang bisa memahaminya. Dan yang sudah selevel itu buat apa baca tulisan di blog). Makasih banget masukannya. Di tulisan yang akan datang semoga sudah tidak berbahasa planet lagi.

  • wah masnya dokter ya

  • mas ..bahas dong sekali2 mengenai kesehatan mata dan kulit. Kebetulan lagi bermasalah dengan kulit di sekitar mata. Kok ada bayang2 hitem ya, susah banget ilangna

    afie: di blog baru ajah…nanti tapi…

  • “…Makin banyak dan makin lama virus polio dikeluarkan via tinja oleh si penderita, maka resiko penyebarannya akan semakin besar…”

    jujur baru tau kalo virus polio bisa menular lewat tinja. informasinya sangat bagus sekali! thanks ya sudah sharing

  • saya berusaha merampungkan bacaan, ngga ngerti sih, tapi gpp untuk memperkaya kosakata.
    btw, virus polio bisa menyebar melalui tinja?
    bagaimana prosesnya dok?

    afie: sudah dibahas kok, Mas 🙂

  • salam kenal pak dokter jan wisa dadi temenan

  • klo di jepang khan banyak ninja…bearti makin cepet tuh penyebarannya…wkkwkkk

  • dok
    saya punya adik cow 2 orang
    pertama itu yang kena adek no 2 tp selanjutnya adik no 4
    sejak kelas 3 Sd mereka mengalami kelumpuhan
    sampai skrng sekrang segarusnya kelas 2 SMA

    dlu wktu dibw ke dokter
    pihak dokter belum mengetahui jenisnya penyakit apa?
    awalnya badan mereka gemuk tp semakin hari mereka semakin kurus dan sampai sekarang tinggal rangka hanya kulit saja yang menutupi tulang mereka..
    sekarang itu mereka benar benar lumpuh total
    padahal dulu mama saya itu selalu bawa mereka polio

    kata orang orang kena penyakit polio..
    apa gejala awal penyakit polio itu???
    apa penyakit polio itu dapat menyerang tulang shingga dapat melumpuhkan dan membuat kurus……..

    saya sangat mengharapkan jawaban dokter
    terima kasih

  • wah…..
    artikelnya bgs bgt n pas bwt tgs yng saya bwt

  • kenapa polio banyak terjadi pada anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar