Bersih-bersih Ala Jepang…Capek Deh..

Selain urusan dokumen, packing, dan oleh-oleh, ada satu lagi kegiatan yang melelahkan menjelang pulang nanti. Yaitu bersih-bersih! Di Jepang, ada kebiasaan, datang bersih keluar juga bersih. Pada prinsipnya, di Jepang berlaku prinsip “jangan mengganggu atau merepotkan atau membuat perasaan tidak enak orang lain”. Prinsip ini berlaku kuat di hampir semua sendi kehidupan (weleh bahasanya, hehe). Hubungannya dengan kontrak-mengontrak rumah/apartemen adalah, sebelum si penyewa masuk, biasanya rumah/apartemen tersebut dibersihkan oleh yang punya. Sangat bersih! Bahkan kadang meskipun bangunan luarnya terlihat seperti bangunan tua, bagian dalam terlihat seperti baru (dan sering semuanya benar-benar baru). Hal ini dilakukan agar si penyewa tidak perlu repot membersihkan dan merasa senang. Balasannya, ketika si penyewa ini meninggalkan apartemen/rumah tersebut, maka ada aturan tak tertulis bahwa dia juga harus membersihkan rumah/apartemen tersebut, sebersih ketika dia datang…

Yang jadi masalah, saya itu bukan tipe jagoan bersih-bersih. Lagipula kesibukan di lab sering membuat badan sudah capek ketika pulang ke rumah. Hari libur ya enaknya refreshing. Jadi bersih-bersih adalah agenda yang selalu diundur waktunya, hehehe. Sedangkan istri saya harus mengasuh Aiko yang begitu energik. Bersih-bersih sih ya bersih-bersih, tapi ya itu, sekedarnya, tidak sampai memenuhi standart ala Jepang. Nah, sekarang, karena saya sebentar lagi pulang. Mau tidak mau ya bersih-bersih…dan harus memenuhi standart Jepang…doh…

Seperti apa sih bersih ala Jepang itu? Aturan pertama adalah tidak ada debu. Tidak ada debu ini berarti benar-benar tidak ada debu. Contoh paling sederhana, lantai rumah saya dari semacam papan kayu. Kami paling membersihkannya dengan penghisap debu, atau kadang dipel. Nha, antara papan satu dengan papan yang lainnya ada celahnya, kan? Penghisap debu atau pel kadang tidak dapat menjangkau celah-celah kecil seperti ini, akibatnya, debu dapat tetap tertinggal di situ, dan lama kelamaan mengeras. Kalau orang Jepang, yang celah-celah seperti ini juga dibersihkan, pake semacam lidi, atau sebangsanya. Contoh lain adalah jendela. Jendela di Jepang biasanya sistem geser. Kalau saya selama ini ya hanya membersihkan kacanya. Yang penting keliatan bening, hehe. Padahal, pinggir-pinggir kaca, sela-sela bawah kaca, tempat kaca dan sebagainya harus dibersihkan. Karena itu, kaca jendela di Jepang biasanya didesain agar mudah dibongkar pasang, agar jendela dan kacanya bisa dibersihkan dengan sempurna se-sempurna-purnanya.

Aturan kedua tentang bersih ala Jepang adalah ingat aturan pertama. Tidak ada debu itu ya berarti tidak ada debu, tidak peduli dimanapun itu. Termasuk di belakang TV, di belakang lemari, di atas lampu, tombol lampu, saringan AC, belakang kulkas, saringan kulkas…ya semuanya. Semua ruangan dan semua tempat yang terlihat maupun yang tidak harus bersih dari debu. Sudut tembok tidak boleh ada kerak debunya. Bahkan yang namanya dapur itu mengkilap. Ndak ada itu yang namanya kerak-kerak minyak, apalagi lumut. Kalau orang Jepang masak, setelah masak dapur langsung dibersihkan sebersih-bersihnya. Karena itulah aturan ketiga bersih ala Jepang adalah harus bersih sebersih-bersihnya. Kloset misalnya, itu bersih sebersih-bersihnya, tidak hanya yang tampak saja, tapi bagian-bagian yang tidak terlihat juga harus bersih sebersih-bersihnya.

Lho memangnya semua orang Jepang sangat sempurna kebersihan rumahnya? Mayoritas sih iya. Setidaknya, rumah-rumah orang Jepang yang pernah saya kunjungi seperti itu. Tidak ada debunya, meskipun di belakang TV atau belakang lemari. Dan dapur plus kamar mandi/toilet selalu mengkilap dan wangi, persis seperti kamar mandi/toilet hotel berbintang lima. Yang mulai tidak begitu strick urusan bersih-bersihnya adalah kaum muda Jepang. Karena itu, banyak agen apartemen yang mulai memberlakukan deposit untuk menyewa agen pembersih profesional ketika si penyewa ini keluar dari apartemen yang disewanya. Uang deposit yang kembali nantinya adalah sebesar uang deposit dikurangi biaya yang habis untuk bersih-bersih.

Lalu kenapa saya tidak menyewa pembersih profesional saja? Alasan yang pertama, yang terakhir dan yang paling utama adalah…mahal (ehm..). Lalu kenapa saya memaksakan diri membersihkan rumah ala Jepang? Yang ini karena tidak enak hati dengan yang punya rumah. Yang punya rumah baik hati sekali selama ini. Ketika kami datang pertama kali saja rumah dalam keadaan teramat sangat bersih, semua mengkilap, wangi, bahkan karpet, korden dan sebangsanya sudah dilaundry oleh yang punya rumah. Selain itu, meskipun sibuk, rumah yang ditempati pemilik rumah kami (yang ukurannya lebih luas dengan barang yang lebih banyak daripada rumah kami) bersihnya minta ampun. Saya dan istri sering heran, kapan membersihkannya, ya? Dan yang paling penting….kami tidak ingin beliau menganggap orang Indonesia itu jorok…hehehe…. Jadi ya, kami memang ingin menunjukkan bahwa orang Indonesia itu mampu menjaga kebersihan ala Jepang….tapi sungguh…capek deh…

Kami sudah mulai acara bersih-bersih rumah ini sejak dua minggu yang lalu…dan baru satu ruangan yang benar-benar bersih…padahal masih ada banyak ruangan lainnya…doh…capek deh…

Dan yang paling penting…semoga standart kebersihan ini bisa tetap awet di rumah kami di Solo nanti…amin (tapi kayaknya sulit deh….hehehehe).

Ohya, sekalian info bagi yang mau pindah apartemen atau mau pulang dan juga yang baru saja masuk. Kita harus meninggalkan apartemen/rumah kita seperti waktu kita datang. Kalau waktu datang di dinding tidak ada lubang ya waktu keluar tidak ada lubang di dinding (1 lobang bisa didenda 5000 yen, lho). Jadi bagi yang baru, kalau ingin masang jam dinding/tanggalan di dinding mending tanya dulu ke pemilik apartemen/rumah. Selain itu, kalau waktu kita datang apartemen/rumah dalam keadaan kosong, maka ketika keluar juga harus dalam keadaan kosong. Semahal apapun furniture kita, tetap tidak boleh ditinggal di rumah/apartemen tersebut (kecuali kalo yang punya rumah/apartemen mengijinkan). Karena itu, semuanya harus dijual/diberikan ke temen-temen yang membutuhkan/dikirim ke Indonesia sebelum kita menyerahkan kunci.

15 Responses to “Bersih-bersih Ala Jepang…Capek Deh..

  • Repot juga yah

  • klo bisa diterapkan di indonesia bagus itu….tapi nggak mungkin…hehehehehee

  • fiiuuhhh… ternyata repot juga ya… saya cuman di pasrahi satu kamar aja masih banyak debunya, apalagi kalo satu rumah (doh)

  • makanya jepang bisa maju!!!!

    kita kapan?

  • jadi beneran dah mau pulang kesolo mas???
    kutunggu kehadirannya yah….
    semangat bersih-bersihnya,….

  • tidak hanya jepang saja kurasa, dibatam sewa gedung di daerah tertentu jd berlaku spt itu, kembali harus sesuai gedung semula meski penyewa udah menambah bangunan permanen ya tetep harus di bongkar 🙂

  • bujubunengg… kalo bersihnya ampe kek gitu bisa2 seharian kerjanya cuman bersih2 doank dunk.. ga bisa gawe yg laen lageh..

  • Rasanya ini masalah kebiasaan aja pak. Orang2 Jepang memang terbiasa bersih2 setiap waktu tak pandang apakah kotoran atau debu terlihat ataukah tidak. Kalau di tempat kita nunggu sampai debu atau kotorannya nampak baru dibersihkan. itupun setelah semakin banyak dan menumpuk, yang terkadang malah sampai menjadi kerak. Tapi tempat yang bersih memang indah dan nyaman kok…

  • Wah benar benar pembersih ya mas orang jepang itu.
    Bagus juga ditiru sebenarnya, cuma kita yang gak terbiasa jadi terasa berat. Istrinya orang jepang ya? Nama anaknya kan Aiko.

  • dq jamin
    keknya gak ada orang jepun yg wahing2 (*bersin) karena debu khan mas?

  • hm,, nampaknya benar-benar repot sekali ya?
    benar-benar keren,,
    wah,, mudah-mudahan indonesia juga semakin maju, bisa meniru,,
    mudah2n kelak di indonesia tak lagi ada tempat sampah terpanjang dan terbesar,, 🙂

  • Ganbaate ya Mas tinggal seminggu lho

  • wah luar biasa ya orang2 jepang…. coba masyarakat indonesia bisa niru kyk orang jepang… bisa bersih tuh koruptor… hehehe… gak nyambung ya… disambung2in aj deh…

  • suge..
    bisakah saya sebagai istri org jepang begitu ya…
    Ganbarimasu..

  • eronz_potter
    6 years ago

    gw kagum sama orang2 jepang dan segala yg mereka punya..baik dari semangatnya…jujurnya..keuletannya…malu utk berbuat curang dan korup…dan yg atu ini..”kebersihannya” TOP BUAT JEPANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar