Impiannya Masih Setinggi Langit-kah?

Beberapa bulan terakhir ini memang saya banyak merenung. Tentang impian-impian yang pernah saya buat beberapa tahun silam. Boleh percaya boleh tidak, sebagian sudah terwujud, meskipun waktu membuat impian itu terasa “tidak mungkin”. Namun, situasi dan kondisi yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini sedikit membuat saya gamang dengan impian-impian saya yang lain yang belum terwujud. Mampukah terwujud? Karena semuanya masih di awang-awang, karena, yah, memang impiannya setinggi langit…. *smile*. So, haruskah saya menurunkan kadar ketinggian impian saya? Yang dulu 10 jadi 7, gitu?

Kebetulan malam ini seorang sahabat mengingatkan saya pentingnya “why” dalam melakukan sesuatu. Kalau “why” nya ketemu, “how”-nya jadi gampang. Betul juga ya. Saya punya banyak impian, yang sungguh-sungguh saya impikan. Betul itu semua setinggi langit. Betul itu semua terasa “tidak mungkin” jika melihat situasi dan kondisi saya saat ini. Tapi hey, ada beberapa impian saya yang terwujud. Padahal ketika memimpikan itu dulu, situasi dan kondisi waktu itu juga sepertinya “tidak mungkin”. Apa bedanya?

Dan yang penting adalah “why”-nya harus ketemu dulu. Saya punya impian, yang sungguh saya impikan. Impian-impian yang dari dulu ya itu impian saya, tidak pernah ganti. Dan, itu berarti saya sudah punya “why”-nya. Itu berarti “how”-nya akan jadi gampang. Semesta mendukung. Saya hanya perlu fokus ke impian-impian itu, fokus ke “why”-nya itu. Karena yang namanya hambatan/rintangan, adalah ketika kita melepaskan pandangan dari impian itu.

So, masihkah bermimpi setinggi langit? Malam ini, saya sudah tetapkan, tetap setinggi langit itu. Saya sungguh sangat memimpikan itu semua. Terima kasih sahabat, terima kasih sudah meneguhkan kembali hati yang sempat gamang ini.

3 Responses to “Impiannya Masih Setinggi Langit-kah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar