Kenapa Mencari Asisten Peneliti?

Berhubung seringnya pertanyaan tersebut saya dengar, sehubungan dengan pengumuman lowongan asisten peneliti beberapa waktu lalu, sepertinya ada baiknya saya ungkapkan saja di blog ini. Setidaknya, agar waktu yang biasa saya gunakan untuk menjawab pertanyaan ini (ketika wawancara, terutama) bisa saya gunakan untuk membahas masalah lainnya. (Cie, sok peduli waktu niy…. *smile*)

Alasan yang pertama adalah karena keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan atau pengabdian dosen itu penting dalam kaitannya dengan akreditasi institusi. Sebagai warga institusi yang baik, tentu saja saya berusaha untuk mendukung institusi saya meraih nilai maksimal dalam poin ini.

Alasan yang kedua adalah transfer ilmu, tentu saja. Materi yang berhubungan dengan penelitian-penelitian saya jelaslah bukan konsumsi mahasiswa S1 pendidikan dokter umum. Padahal, ilmu akan semakin bermanfaat dan berkembang jika disebarkan (dan diamalkan).

Alasan yang ketiga adalah regenerasi, jika memungkinkan. Di luar negeri, orang sering dinilai bukan dari panjangnya gelar, tapi dari publikasinya, baik dari segi jumlah maupun dari publikasi terbaiknya. Padahal publikasi internasional itu tidak mudah. Rekan saya dari Cina bercerita tentang mahasiswa di institusinya yang dilibatkan dalam penelitian dosennya. Sehingga, ketika lulus S1, si mahasiswa yang dilibatkan ini sudah memiliki 1-2 publikasi internasional. Ketika si mahasiswa ini mengambil S2, maka dia berpeluang memiliki 1-2 publikasi lagi. Dan ketika S3, tambah 2-4 lagi. Itu artinya, begitu lulus S3, dia berpeluang memiliki 3-8 publikasi internasional. Bandingkan dengan saya yang baru punya 1 publikasi internasional sebagai penulis pertama, dan 1 sebagai penulis kedua ketika lulus S3. Jika lancar, tahun ini tambah 1 sebagai penulis pertama dan 1 sebagai penulis kedua equal contributor. Itu artinya, ketika saya sedang berjuang untuk memiliki 4 publikasi internasional si mahasiswa Cina ini sudah punya 8 (atau mungkin lebih?), minimal 4. Itu artinya, jika saat ini ada lowongan di suatu institusi, peluang saya untuk diterima sangat mungkin sekali berada di bawahnya. Saya yakin bahwa dari sekian mahasiswa saya ada yang berkeinginan menjadi dosen dan atau peneliti (siapa bilang lulusan FK harus jadi klinisi?). Saya hanya berusaha memberi kesempatan kepada mereka ini untuk mulai merintis karirnya sedini mungkin.

So, jadi alasannya itu. Saya tidak mencari “pembantu”. Saya mencari seseorang yang memang sungguh-sungguh mau belajar dan bekerja demi masa depannya sendiri. Seseorang yang mungkin akan menjadi rekanan bahkan guru saya di kemudian hari. Andakah itu? *smile*

One Response to “Kenapa Mencari Asisten Peneliti?

  • Lily Kasim
    8 years ago

    Setuju banget mas..memang, kita perlu berlatih untuk publikasi-publikasi tersebut, saya belajar publikasi ketika sedang mengikuti pendidikan magister teknik biomedika di ITB…berasa banget manfaatnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar