Mencari Ide Penelitian

Ingin meneliti tapi bingung ingin meneliti apa? Tidak mempunyai ide tentang penelitian yang harus atau akan dilakukan? Bagaimana sih mencari ide untuk penelitian itu?

Kalau saya jadi Anda, dan ini yang saya lakukan selama ini, maka yang pertama kali saya tentukan adalah menentukan dahulu topik penelitian yang akan kita geluti. Dunia penelitian itu tidak mudah, sehingga, jika kita meneliti hal yang kita tidak senangi akan terasa teramat sangat berat. So, intinya, cari dan tentukan dulu topik yang Anda senangi. Dalam memilih topik ini, masukkan juga unsur evaluasi diri dan lingkungan. Artinya, cari topik yang Anda senangi, tetapi sesuai dengan kemampuan riil yang Anda miliki sekarang, juga banyak disenangi oleh pemberi dana dan punya potensi untuk dikembangkan di kemudian hari.

Langkah yang kedua adalah, tentukan tujuan penelitian yang akan Anda lakukan, apakah hanya agar dapat melakukan suatu penelitian, agar dapat menghasilkan data yang dapat diolah dan dapat dijadikan sebagai modal melakukan penelitian tahap selanjutnya, atau untuk publikasi? Jika ingin publikasi, tentukan juga mau publikasi di mana? Nasional? Internasional? Dan yang tidak kalah penting, jurnal macam apa target publikasi Anda?

Langkah yang ketiga adalah studi pustaka. Kumpulkan 1000-2000 publikasi ilmiah terbaru tentang topik yang Anda tentukan di langkah pertama di atas. Baca semua abstraknya. Saya yakin, pada tahap ini Anda akan mulai memiliki beberapa “ide mentah”. Dari beberapa ide mentah ini, pilihlah 1-2 ide yang paling memungkinkan untuk Anda kerjakan. Setelah itu, sortir koleksi pustaka Anda, yang sesuai dengan 1-2 ide mentah yang sudah Anda pilih.

Nha, sekarang, bagaimana mematangkan ide mentah di atas? Kembali ke langkah pertama, tujuan penelitian Anda apa? Misalkan Anda ingin publikasi di Jurnal A yang kualitasnya sangat tinggi. Kumpulkan dan baca full-paper publikasi ilmiah koleksi Anda di atas yang berasal dari jurnal yang kualitasnya MINIMAL sama dengan jurnal target Anda. Langkah ini penting, terutama menyangkut novelty dan impact dari data penelitian yang akan Anda lakukan nanti. Seandainya target Anda adalah jurnal yang biasa-biasa saja, tetap usahakan selalu membiasakan untuk mengutamakan membaca laporan penelitian yang dipublikasikan di jurnal yang berkualitas sangat tinggi daripada jurnal yang biasa-biasa saja. Ini penting untuk melatih logika penelitian. Di tahap ini, saya yakin, bermodal 1-2 ide mentah, Anda akan memiliki lebih dari 1 “ide matang”.

Jadi intinya, rajin membaca publikasi ilmiah di jurnal-jurnal. Oleh karena itu, pada pendidikan paska sarjana, biasanya ada kegiatan jurnal reading. Tujuan utama jurnal reading ini adalah membuka wawasan. Wawasan yang luas akan mempermudah kita menemukan ide-ide segar untuk penelitian yang akan kita lakukan. Jadi, siapa bilang mencari ide penelitian itu sulit? Begitu Anda membaca 500-an full paper topik yang sama, Anda akan memiliki banyak sekali ide penelitian tentang topik yang Anda baca itu… Dalilnya, jika kita merasa di suatu topik “sudah mentok” sehingga sulit mencari ide baru di topik tersebut, itu artinya, kita kurang banyak membaca publikasi ilmiah tentang topik itu… *smile*

5 Responses to “Mencari Ide Penelitian

  • semoga cepet dapat ide pak

  • kalo mau cepet dapat ide , banyak banyak blogwalking pak, jalan2 ke blog nya orang lain dan baca2 artikelnya, moga aja dapat bantu

  • Ada beberapatopik penelitianyang mungkin dapat menjadi ide penelitian anda, silahkan kunjungi situs kami di
    http://repository.gunadarma.ac.id

  • ide bisa timbul dimana-mana mas…mudah-mudahan cepat dapat ide nya ya biar bisa bersama-sama ikut mengembalikan jati diri bangsa 🙂

  • klo mw menbuat penelitian untuk PKM- Penelitian apa memang harus benar-benar berdasarkan penelitian yg sudah ada atau bisa mencoba hal yang baru n bisa beresiko gagal…?

    kalau saya jadi reviewer, maka yang saya lihat pertama adalah CV dan info terkait, untuk memperkirakan kemampuan si peneliti menyelesaikan penelitiannya. Yang kedua saya lihat adalah keterbaharuan ide penelitiannya, makin baru tentu saja makin menarik. Yang ketiga, adalah cara si peneliti tersebut berusaha mewujudkan idenya. Kalau si peneliti kompeten kemungkinan gagal tentu saja kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar