Pak Polisi, Jangan Ada Dusta Di Antara Kita

Tadi siang, sepulang dari LP Wanita Semarang, dalam perjalanan pulang ke Solo, kami melewati sebuah perempatan besar di kota Semarang. Di situ lampu bangjo-nya ada dua. Ketika dua-duanya hijau (yang satu menunjukkan boleh jalan lurus dan satunya boleh belok ke kanan) mobil saya jalankan untuk membelok ke kanan. Apesnya, kendaraan dari arah depan tidak mau memberi jalan. Akibatnya saya terpaksa menunggu sampai mobil dari depan habis untuk kemudian bisa membelok ke kanan. Ajaibnya, baru saja jalan beberapa meter, ada Pak Polisi yang meminta saya untuk meminggirkan mobil….

Seperti biasa, beliau mengucapkan salam, dan memberitahukan bahwa saya baru saja melanggar rambu. Rambu apa ya..? Dan katanya, ketika lampu bangjo tanda boleh belok kanan berwarna merah saya nekat menjalankan mobil…. Hahahaha, yang benar aja, Pak Polisi… Apa gara-gara plat mobil saya AD? Tolong dong please dong deh….jangan ada dusta di antara kita.

Kelanjutannya bisa ditebak dunk….terjadi perdebatan kecil di antara kami. Akhirnya Pak Polisi mengeluarkan senjata pamungkasnya, yaitu untuk membicarakan semuanya di pos-nya. Huh, rasanya kepala mau meledak saja. Maklum, dalam keadaan kurang tidur dan kecapekan, sumbu kompor jelas sangat pendek. Untungnya, ketika beliau membaca SIM saya, sepertinya ada sesuatu yang tertulis di SIM saya yang membuat beliau berubah pikiran. Tiba-tiba saja beliau melepas saya sambil berpesan supaya saya tidak mengulangi lagi kesalahan yang baru saja saya lakukan (kesalahan apa Pak Polisi?). Well, Pak Polisi yang terhormat. Saya tahu Anda hanya menjalankan tugas. Maaf kalau tadi saya mendebat Anda. Saya tidak bermaksud melawan atau apa. Saya hanya berharap tidak ada dusta di antara kita. Terima kasih sudah berkenan melepas saya. Salam hangat dan salam kenal untuk Anda…

10 Responses to “Pak Polisi, Jangan Ada Dusta Di Antara Kita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar