Afie’s

doctor-lecturer-virologist-microbiologist-molecular biology

Penelitian dengan Hewan (Membuat “Animal Model”)

Dalam beberapa hari terakhir ini, ada banyak rekan baik mahasiswa S1 maupun S2 yang mengajak diskusi tentang ide penelitiannya. Secara kebetulan, mereka semua berencana menggunakan hewan uji (membuat animal model). Begitu tahu rencana mereka tersebut, biasanya saya langsung bertanya, “mau dilakukan di mana?”

Kalau itu dilakukan di UNS atau di institut lain yang saya tahu persis tidak ada fasilitas untuk itu, saya terang-terangan menunjukkan ketidaksetujuan saya. Membuat hewan uji itu tidak gampang. Ada banyak sekali ketentuan yang harus dipatuhi. Tidak boleh kita sembarangan membeli hewan percobaan untuk penelitian di pasar hewan. Hewannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Kandangnya, juga tidak boleh sembarangan. Aliran udara dalam kandang harus diatur sedemikian rupa kelembapannya, suhunya, kebersihannya, dll. Udara yang di dalam kandang harus disaring dengan filter khusus. Makanan untuk sang hewan juga bukan makanan sembarangan yang bisa dibeli di pasar hewan. Minumnya juga khusus. Bahkan untuk hal yang sepele, seperti cara membersihkan kandangnya, itu juga ada aturannya. Dan masih banyak ketentuan-ketentuan lain yang harus dipatuhi dan dipenuhi untuk melakukan penelitian menggunakan hewan uji. Adalah kesalahkaprahan yang sangat umum saya temukan di beberapa institut termasuk di UNS, melihat begitu “gampangnya” melakukan penelitian dengan hewan uji. Sudah saatnya kesalahkaprahan tersebut diluruskan.

Ada dua alasan penting kenapa kita harus memenuhi begitu banyak syarat dan ketentuan untuk melakukan penelitian dengan hewan uji. Yang pertama adalah, hewan itu mahkluk hidup, yang bagaimanapun juga tidak boleh diperlakukan semena-mena. Makin kompleks hewan itu, makin banyak aturannya. Misalnya, untuk macaca, selama penelitian tidak boleh mengalami stress (kalau perlu diputarkan film kartun untuk mengurangi stressnya), harus dimonitor terus menerus selama 24 jam, dll, dst. Alasan yang kedua adalah tentang mutu data yang diperoleh. Buat apa buang-buang uang-waktu-tenaga untuk melakukan penelitian yang nilai datanya nol besar karena begitu banyak variabel yang tak terkontrol?

Lalu bagaimana kalau kita ingin melakukan penelitian dengan hewan? Lakukan di institusi yang betul-betul memiliki fasilitas animal center. Sayangnya, di Indonesia ini, hanya beberapa institut yang memilikinya (dan UNS jelas belum). Kalau kesulitan akses ke institut tersebut (note: coba kontak saya, siapa tahu saya dapat membantu), kenapa tidak melakukannya dengan kultur sel? Di UNS sudah bisa kok. Bahkan untuk mahasiswa FK UNS, InsyaAllah tahun depan di FK juga sudah bisa.

Lalu, bagaimana kalau kita ingin membuat animal center? Haruskah membuat animal center yang super canggih dan lengkap dulu baru penelitian? Tentu tidak. Kita dapat membuatnya secara bertahap, mulai dari hewan yang paling simpel, kemudian perlahan-lahan meningkat kompleksitasnya. Hanya saja, membuat animal center itu tidak mudah. Berkonsultasilah dengan pakarnya, bahkan sejak proses perencanaannya. Kalau UNS berminat membuat animal center, saya punya beberapa rekan pakar yang dapat dimintai tolong untuk pendampingan…

October 10th, 2009 Posted by at 08:34pm | Kuliah, Laboratorium, Penelitian | 4 comments

4 Comments »

  1. Wah, ternyata rumit juga

    Comment by Pencerah | October 11, 2009

  2. kapan ya dok uns punya animal center?
    sayang kalau banyak ide-ide penelitian yang macet ditengah jalan ato selesai penelitian tapi tidak mendapat hasil yang sesuai yang membawa kebaikan maupun tambahan pemahaman yang benar..
    kalau untuk kultur sel, apakah sterilitas lab sudah memenuhi standart dok?

    Comment by rhie | November 10, 2009

  3. gila bener, sedetail itu ternyata ya? dan gak gampang untuk bikin hewan penelitian ck ck.. thanks infonya dok

    Comment by Master dealer pulsa elektrik | February 8, 2010

  4. @rhie: yang paling penting bukan sterilitas lab…tapi personnya… Lagipula kultur dilakukan dalam clean bench / safety cabinet, jadi sepanjang si peneliti tidak kemproh dan ceroboh ya nggak papa….*smile*

    Comment by afie | May 23, 2010

Leave a comment

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image