Dana Penelitian

Beberapa bulan di negara ini, sebagai seorang peneliti, saya merasakan sekali masalah dana penelitian. Alhamdulillah tahun ini saya mendapatkan dua hibah besar dan dua hibah kecil. Yang hibah besar senilai 99 juta rupiah dan 100-an juta lebih (sebelum dipotong pajak). Meskipun saya tulis hibah besar, namun besarkah dana tersebut?

Membahas besar kecil dana penelitian akan tergantung sekali dengan penelitian macam apa yang akan dilakukan. Pada penelitian pertama dana yang 99 juta rupiah tersebut hanya cukup untuk membeli beberapa item bahan penelitian. Kekurangannya? Hampir 70% disuport rekanan dari Jepang dan untuk biaya operasional (biaya di luar pembelian bahan penelitian) terpaksa harus merogoh kantong saya pribadi. Pada penelitian kedua dana yang seratus juta rupiah lebih tersebut lagi-lagi hanya cukup untuk membeli sebagian kecil bahan penelitian. Lucunya, salah seorang rekan saya dari FK UNS ada yang mengira dana tersebut cukup untuk menutupi biaya operasional. Sekedar info, dana sebesar itu baru 25% dari dana yang kita butuhkan. Untuk mencukupi kebutuhan dana, rekanan dari Jepang bersedia menanggung 25%, Namru2 sepertinya juga menanggung biaya yang setara dengan 25% kebutuhan, dan sisanya kita masih harus cari.

Kenapa saya menulis ini semuanya? Apa karena saya tidak bersyukur?  Oh, saya bersyukur sekali mendapatkan dua dana hibah besar tersebut. Saya hanya ingin membuka mata pada semua orang, bahwa penelitian betulan (di bidang saya) yang benar-benar layak untuk publikasi di jurnal internasional yang berkualitas itu tidak murah. Kalau targetnya hanya publikasi lokal, penelitian ecek-ecek, atau sekadar laporan pelaksanaan kegiatan penelitian, ow,….dana sebesar itu sudah lebih dari cukup. Tapi kalau kita kejar mutu dan idealisme, hm,….

Selain besaran dana, ada lagi problem yang tak kalah memusingkan, yaitu jadwal pencairan dan pengumpulan laporan penelitian yang tidak masuk akal. Bayangkan, laporan harus masuk 15 Desember 2009 dan dana baru cair Oktober 2009? Padahal untuk membeli bahan penelitian kadang membutuhkan waktu tunggu 1 bulan lebih? Jika betul-betul dana penelitian hanya bersumber dari dalam negeri, penelitian macam apa yang bisa dilakukan? Mau bicara kualitas? Kok sepertinya omong kosong, ya…

Karena itu, tidak jarang kita butuh sekali pendanaan dan kerja sama dengan pihak luar, seperti yang saya dan banyak peneliti lain di Indonesia lakukan selama ini untuk menyiasati masalah dana penelitian (yang hanya salah satu masalah dari sekian banyak masalah yang kami hadapi sebagai peneliti di negara ini). Nasionalisme kami bisa dibeli? Oknum memang ada, tapi tidak adil jika menggeneralisasinya. Nasionalisme kami mungkin lebih besar daripada Anda-anda yang selalu sok bicara nasionalisme,…apalagi dari Anda yang sering memakan uang rakyat dan negara…

5 Responses to “Dana Penelitian

  • semoga dana penelitian di Indonesia semakin meningkat

  • bolehngeblog:Blog Ilmu Pengetahuan dan Bisnis
    8 years ago

    semoga bermanfaat ya penelitiannya…..oh ya..jangan lupa kunjungi blog saya di Bolehngeblog ya..trims

  • semoga makin giat meneliti dan makin maju ilmu pengetahuan di Indonesia.

  • salam kenal dan silakan mampir di blog saya.

  • ya begitulah dok birokrasi di negara kita,,, banyak yang memusingkan,,,, terkadang hal-hal kecil, masalah format penulisan, pajak yang ga tanggung-tanggung, dana yang ga keluar-keluar,,, dan laporan juga dikejar-kejar.. padahal mau beli bahan saja pake susah pesen dulu, inden, nunggu dikirim lama,, bener-bener ribet,, malah lebih pusing ngurusi hal-hal kaya gitu ketimbang penelitiannya…

    meski bagaimanapun, semoga perubahan itu cepat atau lambat akan terujud (lebih cepat lebih baik ya kan dok?)
    semoga sukses selalu dok….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar