Tulisan Ilmiah Untuk Publikasi Internasional

Beberapa hari ini dan juga beberapa hari ke depan adalah jadwal saya untuk mereview beberapa manuskrip untuk publikasi di suatu jurnal. Dari beberapa naskah yang sudah saya review, tampak sekali ada beberapa “kesalahan” yang sering dilakukan oleh penulis pemula. Kesalahan pertama adalah tidak patuhnya mereka terhadap Guideline/Instructions for Authors. Ini kesalahan yang sangat fatal. Tidak tahukah mereka, bahwa ketidakpatuhan ini sudah cukup menjadi alasan untuk me-reject naskah mereka? Mungkin mereka berpikir bahwa naskah mereka cukup berbobot, sehingga si editor jurnal akan dengan senang hati menulis ulang naskah mereka agar sesuai dengan gaya bahasa jurnal tersebut. Ini pendapat yang salah besar! Tidak ada editor di jurnal internasional manapun yang mau melakukan hal ini.

Kesalahan kedua adalah banyaknya salah ketik dan ketidak-konsistensi-an. Satu typo itu sudah terlalu banyak untuk sebuah naskah ilmiah. Saya heran sekali, apakah mereka tidak mengedit dulu naskahnya sebelum disubmit? Apakah mereka berpikir editor akan dengan senang hati mengedit semua salah ketik itu? Ow, ini juga pendapat yang salah. Believe me, tidak akan ada editor jurnal internasional manapun yang mau melakukan hal ini. Lalu ketidak-konsistensi-an ini juga berpotensi membingungkan pembaca. Dalam tulisan ilmiah itu, konsistensi adalah mutlak.

Kesalahan ketiga adalah tentang daftar pustaka. Ya ampun, begitu seringnya saya menemukan pustaka yang dirujuk di dalam naskah tapi tidak tertulis di daftar pustaka dan begitu juga sebaliknya. Memangnya hal seperti ini tidak dicek?

Kesalahan keempat adalah penggunaan bahasa. Jangan begitu saja menerjemahkan naskah bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris tanpa merubah struktur dan gaya bahasanya. Jangan dicampur juga bahasa Inggrisnya. Dan jangan lupa, kalimat dalam tulisan ilmiah itu haruslah yang efektif-efisien, tidak perlu bertele-tele. Ohya, jangan mengulang-ulang kalimat yang sama. Dan lebih konyol lagi kalau dalam suatu naskah publikasi ilmiah berbahasa Inggris ditemukan beberapa kata yang masih ditulis dalam bahasa Indonesia, wekekekek….di-edit apa nggak sih?

Jangan samakan fungsi seorang editor jurnal internasional dengan editor pada umumnya. Kecuali jika memang ada pernyataan bahwa si editor akan mengedit naskah “secara lengkap”, editor jurnal internasional hanya berperan untuk menilai apakah suatu naskah layak dipublikasikan atau tidak atas pertimbangan science. Dan mereka bekerja secara suka rela. Jadi jangan heran jika mereka akan dengan sangat mudah me-reject naskah Anda jika Anda melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu seperti tersebut di atas.

Ohya, ini baru bicara masalah tulisan-nya….belum isinya…. *smile*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar