Gonta-ganti Tema Penelitian?

Gonta ganti tema penelitian adalah hal yang paling sering dilakukan oleh peneliti pemula. Tidak ada yang salah dengan ini. Ini masalah pilihan. Namun di negara kita yang alat-bahan-dana penelitian relatif terbatas, gonta ganti tema penelitian bisa menjadi sesuatu yang kontra produktif.

Saya selalu menyarankan kepada rekan-rekan di sekitar saya untuk menentukan dahulu minat mereka sebenarnya apa. Penelitian itu bukan pekerjaan yang mudah. Kalau kita sendiri tidak senang dengan topiknya, akan terasa sangat berat. Karena itu, penting sekali untuk menentukan mau fokus di bidang apa sebelum benar-benar melakukan penelitian.

Setelah ketemu bidang yang ingin difokusi,…fokus di bidang itu. Jangan terlalu silau dengan minat orang lain. Sebagai langkah awal untuk fokus di bidang yang kita pilih, kumpulkan referensi di bidang tersebut sebanyak mungkin. Saya selalu menyarankan ke mahasiswa bimbingan saya untuk membaca 500-1000 abstrak terbaru di jurnal internasional tentang bidang yang mereka minati. Kalau saya pribadi, saya berusaha untuk memiliki 500-1000 paper terbaru di jurnal internasional berkualitas tentang bidang yang saya minati. Apa untungnya melakukan ini? Kita jadi tahu trend, tahu apa yang sudah diteliti, dan apa yang belum. Beberapa waktu yang lalu saya beberapa kali mereview manuskrip yang sudah pernah dipublikasikan orang lain. Manuskrip seperti ini nilainya rendah. Kita tidak ingin melakukan suatu penelitian selama beberapa waktu dan kemudian penelitian kita dinilai rendah karena hanya merupakan pengulangan, bukan?

Setelah kita menentukan kita mau meneliti apa, tentukan tujuan akhirnya, lalu ditarik mundur. Jika misalnya, apa yang kita inginkan tersebut membutuhkan dana sangat besar, buatlah tahapan-tahapan. Tahapan ini bisa mulai dari tahapan mencari jaringan peneliti, dana, dan juga tahapan penelitian sesuai ketersediaan dana itu sendiri. Dengan begini, secara tidak langsung kita telah memiliki road map penelitian yang jelas dan kuat.

Apa untungnya tidak bergonta-ganti tema penelitian? Well, jika kita telah memiliki road map penelitian yang jelas, fokus pada satu bidang, maka ada beberapa keuntungan. Yang pertama, CV. Ok, tahun pertama kita pemula. Tapi jika kita selalu fokus, bukan tidak mungkin beberapa tahun kemudian kita menjadi pakar di bidang itu. Berhubungan dengan CV adalah dana penelitian. Believe me, bagian yang termasuk vital bagi seorang reviewer ketika menganalisis suatu proposal adalah CV penelitinya. Makin kuat CV kita dalam satu bidang, makin mudah kita mendapatkan dana penelitian di bidang tersebut. Keuntungan yang ketiga adalah hemat. Jika kita fokus pada satu bidang, dan road map penelitian kita jelas tahapannya, maka kita bisa lebih menghemat dana penelitian. Biasanya, jika penelitian kita masih satu payung, alat dan bahan yang dibutuhkan masih sama, atau jika ada penambahan tidak langsung banyak jenisnya. Bandingkan jika kita bergonta-ganti tema penelitian. Tidak jarang kita harus beli semuanya dari nol. Bahkan tidak jarang kita juga harus ganti alat. Saya sering melihat sendiri, di lab-lab kaya, banyak sekali alat dan bahan penelitian yang tersimpan dan lalu terbuang percuma karena ganti profesor lalu ganti tema penelitian. Bagi mereka mungkin tidak masalah karena dana penelitian berlimpah. Tapi di negara kita? Satu mikroliter polimerase saja terlalu sayang untuk dibuang percuma.

One Response to “Gonta-ganti Tema Penelitian?

  • Assalamualaikum.
    Saya seorang siswi SMA kelas 2 jurusan ipa di Jakarta, kebetulan saya akan membuat sebuah karya ilmiah bidang IPA dgn batas waktu 3 minggu.
    Saat ini yang membingungkan saya adalah cara menentukan tema yang tepat, sederhana namun bermanfaat hasilnya bagi masyarakat…
    Tema pertama yang saya ajukan bisa dikatakan terlalu luas dan berat (dikatakan oleh pembimbing saya), tidak sesuai dgn wawasan murid SMA kelas 2 katanya… Saya diminta untuk memikirkan ulang tema yang sudah saya ajukan…
    Bagaimana menurut Anda? Bisakan Anda memberikan saran kepada saya, bagaimana cara menentukan tema penelitian yang sederhana namun menarik dan bermanfaat?
    Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar