Aturan Dasar Membuat Tulisan Ilmiah

Saya baru saja diminta menjadi juri “lomba penulisan ilmiah mahasiswa tingkat nasional”. Salah satu tugas saya adalah, memilih 10 finalis. Ketika saya ingin melakukan tugas saya sebaik-baiknya, datanglah masalah itu. Ternyata, memilih 10 finalis sangat teramat sulit. Kenapa sulit?

Alasan utama adalah, jangankan menilai isi, baru tentang “aturan dasar tulisan ilmiah” saja, hampir semua peserta tidak lolos. Saya jadi sangat prihatin. Jika seperti ini, lalu bagaimana dengan kualitas “sang juara”? Gelarnya “juara nasional”, namun kualitas tulisannya jauuuuhh dari kualitas “juara”….. Lagipula, biasanya, naskah para juara ini akan menjadi rujukan rekan dan yuniornya dalam proses pembuatan tulisan ilmiah berikutnya. Sehingga kemudian menjadi sesuatu yang kurang baik yang diwariskan turun-temurun…

Jadi, adik-adikku yang baik. Membuat tulisan ilmiah itu harus memenuhi beberapa aturan dasar.

Aturan dasar yang pertama adalah…bebas salah ketik dan bebas kesalahan struktur kalimat. Pakailah bahasa yang baik dan benar. Salah ketik dan salah struktur sangat mengganggu di tulisan ilmiah.

Aturan dasar yang kedua adalah…sesuai format yang diminta. Misalkan ingin publikasi di jurnal X, maka kita harus ikuti format yang diminta jurnal X tersebut. Begitu pula jika kita ingin mengikuti lomba, seminar, dan yang lainnya. Jangan membuat format sendiri, ya. Dari naskah yang saya baca, hanya segelintir naskah yang mengikuti format yang diminta panitia lomba. Sisanya kok terkesan penulisnya sama sekali tidak/belum membaca panduan lomba… *smile*

Aturan dasar yang ketiga adalah…tidak perlu menunjukkan seberapa pintar kita. Ini sedikit berkaitan dengan masalah “isi” tulisan ilmiah yang kita buat. Penulis pemula cenderung ingin menunjukkan bahwa dia tahu banyak tentang hal yang dia tulis dengan menuliskan banyak hal yang sebenarnya tidak terlalu esensial. Penggunaan “istilah sulit” yang “berlimpah ruah” dianggap dapat menunjukkan ke pembaca bahwa dia tahu banyak. Hei, hei…..tahukah Anda? Penulisan pustaka yang tidak esensial (=terlalu banyak) & penggunaan istilah ilmiah yang tidak pas justru akan menunjukkan betapa dangkal tingkat pemahaman si penulis tentang bidang yang dia tulis….

Dari tiga aturan dasar ini saja, sangat sulit bagi saya untuk memilih 10 finalis. Padahal saya belum menilai isi, originalitas, kreativitas, dll, dst. So, apa yang harus saya lakukan sebagai juri? *smile*

3 Responses to “Aturan Dasar Membuat Tulisan Ilmiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar