“AUTHORSHIP” DAN “ORDER OF AUTHORSHIP”

PENGERTIAN “AUTHORSHIP”

“Author” pada prinsipnya adalah seseorang yang memiliki kontribusi intelektual signifikan dalam suatu studi (lihat Rujukan no 1-4).

Beberapa menggunakan panduan seperti yang dipublikasikan David M Post (lihat Rujukan no 4), bahwa “disebut sebagai author” jika melakukan tiga dari lima kegiatan sbb:

  1. Memformulasikan ide.
  2. Merencanakan dan memfasilitasi riset.
  3. Melakukan kegiatan penelitian.
  4. Analisis data.
  5. Menulis dan publikasi.

Definisi yang secara prinsip banyak dianut adalah “mereka yang memenuhi kriteria” sbb:

  1. Berkontribusi secara signifikan dalam konsep dan desain, dan atau mendapatkan-menganalisis dan menginterprestasikan data.
  2. Terlibat signifikan secara intelektual dalam proses penulisan naskah publikasi.
  3. Menyetujui naskah publikasi tersebut untuk dipublikasikan.

(Lihat Rujukan no 1-3).

 

“ORDER OF AUTHORSHIP”

Menentukan “order of authorship” selalu menjadi bahan diskusi yang menarik, karena tidak ada “kriteria yang ketat” terkait “bagaimana mengurutkan nama author” di suatu publikasi.

Biasanya, yang dianut adalah sebagai berikut:

– Author pertama adalah yang paling banyak kontribusinya.

– Author kedua adalah yang kontribusinya di bawah author kedua namun lebih banyak dibandingkan author ketiga, dan seterusnya.

– Yang menjadi “lead author” atau sering disebut sebagai “contact/correspondent author” biasanya “yang memiliki proyek”, dan sering posisinya ditulis di urutan terakhir (Tidak selalu. Jika kontribusinya paling banyak maka dapat sekaligus menjadi author pertama).

Untuk menghindari potensi konflik, penting untuk menentukan “order of authorship” SEBELUM melaksanakan penelitian dan atau menulis naskah publikasi.

(Sebagai tambahan informasi, Lihat Rujukan no 3-4).

 

ORDER OF AUTHORSHIP DALAM KONTEKS HUBUNGAN MAHASISWA DAN DOSEN

Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen, atau sebaliknya, sering menjadi bahan diskusi yang menarik terkait “order of authorship”. Rujukan no 5 memberikan contoh beberapa kasus yang sering dijumpai terkait isu ini dan problematika yang dihadapi. Untuk mengatasi konflik yang mungkin timbul, maka beberapa guideline terkait “order of authorship” memberikan panduan sebagai berikut: bahwa “order of authorship” sebaiknya didiskusikan bersama SEBELUM atau SESEGERA MUNGKIN DI AWAL proyek. Jika terjadi perbedaan pendapat yang sulit diselesaikan maka dapat meminta bantuan institusi terkait untuk penentuan “order of authorship” ini (Lihat Rujukan no 3-5).

 

SARAN UNTUK PERATURAN / GUIDELINE TERKAIT “AUTHORSHIP” DAN “ORDER OF AUTHORSHIP” DI UNIVERSITAS 

  1. Mengingat adanya “konsensus” terkait “authorship” dan “order of authorship” yang berlaku di dunia internasional, maka sebaiknya peraturan dan atau guideline terkait hal tersebut mengacu konsensus di dunia internasional yang sudah ada. Apalagi, tidak jarang penelitian yang dilakukan adalah penelitian berbasis grup riset, baik berskala institusi, nasional, dan atau internasional.
  2. Sebaiknya tidak dibuat peraturan dan atau guideline yang secara kaku menyatakan bahwa, misalnya “pembimbing harus menjadi nama pertama”, “mahasiswa yang melakukan penelitian disertasi harus menjadi nama pertama”, “pembimbing thesis harus menjadi nama terakhir”, dst, namun terkait “authorship” dan atau “order of authorship” tersebut sebaiknya merujuk konsensus di dunia internasional yang sudah ada. Sebab, tidak jarang penelitian yang dilakukan adalah penelitian berbasis grup riset, baik berskala institusi, nasional, dan atau internasional.
  3. Perlu dibentuk dan atau meningkatkan keterlibatan komite etik yang ada di lingkungan universitas terkait masalah yang timbul akibat konflik terkait “authorship” dan “order of authorship”.

 

Daftar Rujukan:

1. International Committee of Medical Journal Editors). Uniform Requirements for Manuscripts Submitted to Biomedical Journals: Ethical Considerations in the Conduct and Reporting of Research: Authorship and Contributorship. http://www.icmje.org/ethical_1author.html

2. WUSTL (Washington University in St. Louis): Policy for Authorship on Scientific and Scholarly Publications. http://wustl.edu/policies/authorship.html

3. Harvard Medical School: Authorship Guidelines. http://hms.harvard.edu/about-hms/integrity-academic-medicine/hms-policy/faculty-policies-integrity-science/authorship-guidelines

4. David M. Post (The Post Lab Ecology and Evolutionary Biology-Yale University): The who and how of authorship. http://www.yale.edu/post_lab/authorship.html

5. Fine MA and Kurdek LA. 1993. Reflections on Determining Authorship Credit and Authorship Order on Faculty-Student Collaborations. American Psychologist 48(11): 1141-1147. Dapat di-download di: http://www.apastyle.org/manual/related/fine-1993.pdf

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar